AYOJAKARTA.COM - Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, bersiap untuk mengoperasikan RDF Plant Rorotan, Jakarta Utara.
Diharapkan, RDF Plant Rorotan sudah bisa beroperasi tahun ini untuk mengatasi permasalahan pengelolaan sampah di Jakarta.
Dikutip dari beritajakarta.id, RDF Plant Rorotan ini bisa menampung kapasitas 2.500 ton sampah per hari.
Teknologi yang digunakan di RDF Plant Rorotan ini mengadopsi teknologi canggih yang berasal dari Austria, Jerman, Italia dan Belanda.
Baca Juga: Dari Taspen untuk Jeneponto: Dorong Kesehatan Lebih Baik Lewat Fasilitas yang Memadai
Teknologi ini sudah terbukti unggul dalam pengelolaan sampah.
Hadirnya RDF ini diharapkan pengelolaan sampah di Jakarta optimal dan mendukung visi Jakarta menjadi kota Global.
RDF Plant ini dirancang dengan sistem berlapis untuk menjaga kualitas udara.
Mulai dari pengendalian debu dan gas buang hingga penetralisasi kebauan.
Berikut adalah empat penggunaan teknologi anti polutan yang optimal di RDF Plant Rorotan:
Baca Juga: Teken Perpres Nomor 79 Tahun 2025 Prabowo akan Jadikan IKN Jadi Ibu Kota Politik di Tahun 2028
1. Penambahan 3 unit deodorizer untuk mengendalikan potensi bau di area proses, gudang produk, dan area residu.
2. Modifikasi 2 fasilitas eksisting (We Scrubber dan cerobong) agar emisi yang dilepaskan aman dan sesuai baku mutu lingkungan.
3. Penambahan induced draft fan kedua untuk mengoptimalkan aliran gas menuju cerobong agar lebih terkendali.
4. Sistem pengendalian emisi yang mutakhir, yakni
- Cyclone dan Bag Filter untuk menyaring partikulat debu.
- Wet Scrubber tambahan untuk menyisihkan polutan gas.
- Wet Electrostatic Precipitator untuk menangkap partikulat halus dan kabut.
- Carbon Active untuk menyerap senyawa kimia berbahaya.***
Share this article
RDF Plant Rorotan di Jakarta Utara bisa menampung kapasitas 2.500 ton sampah per hari, ini empat teknologi canggih yang digunakan.