AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini tersebar luas pemberitahuan mengenai gempa bumi berkekuatan besar yang akan melanda Indonesia, khususnya Jawa bagian barat dan Sumatera tenggara dikutip ayojakarta.com dari YouTube Kompas.com pada Rabu (30/11/2022).
Seperti diketahui, gempa merupakan peristiwa perambatan atau penjalaran gelombang gempa yang sampai ke permukaan bumi akibat lepasnya energi potensial yang dimiliki lapisan yang ada di bawah permukaan bumi secara mengejutkan dan tiba-tiba.
Dari hasil penelitian Pepen Supendi dari anggota BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) dan penelitian postdoctoral di University of Cambridge, gempa bumi berkekuatan 8,9 magnitude berpotensi terjadi di pesisir selatan Jawa bagian barat dan tenggera Sumatera.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa gempa di zona tersebut berpotensi menyebabkan tsunami hingga ketinggian 34 meter.
Hasil penelitian tersebut juga diterbitkan di jurnal Natural Hazard.
Diketahui zona gempa di selatan Jawa bagian barat dan tenggara Sumatera sangat aktif.
Ini dikarenakan adanya pertemuan lempeng Indo-Australia dan subduksi di bawah lempengan Sunda.
Baca Juga: Pagi Ini Cianjur Kembali Diguncang Gempa Susulan, Getaran Terasa hingga ke Bandung
Adanya peristiwa tersebut dikhawatirkan memicu bencana gempa dan tsunami di daerah sekitar.
Akan tetapi, hasil kemungkinan serta frekuensi tersebut masih belum dipahami dengan baik.
Namun dari acuan GPS sebelumnya, zona tersebut menjadi sumber potensi gempa.
Potensi megathrust di masa yang akan datang berpotensi menyebabkan gempa 8,9 magnitude.
Baca Juga: Tegas! Polisi Tindaklanjuti Perkara Pelaku Pelepas Label Tenda Korban Gempa Cianjur
Besarnya gempa itu akan memicu terjadinya tsunami dengan dua skenario.
Pepen menyebutkan ketinggian tsunami mencapai 34 meter.
Tsunami itu berpotensi terjadi di daerah pesisir Pantai Barat Sumatera dan selatan Jawa dekat Semenanjung Ujung Kulon.
Baca Juga: Cara Mendapat Bantuan Rumah untuk Korban Gempa Cianjur, Cukup Lewat Aplikasi Ini!
Jika segmen di selatan Jawa bagian barat lepas maka berpotensi menyebabkan gempa 8,9 magnitude dengan periode ulang 400 tahun.
Segmen di Jawa Timur dan Jawa Tengah bisa memicu gempa berkekuatan 8,8 magnitude.
Jika kedua segmen tersebut pecah dalam satu gempa, maka kemungkinan berpotensi gempa sebesar 9,1 magnitude atau setara dengan gempa Aceh pada 2004.***