Khazanah

Pengrajin Cianjur Sulap Tenda Haji 2025 di Mina Jadi Saung Sunda yang Estetik!

Oleh: Asep Dadan Muhanda Rabu 28 Mei 2025, 06:27 WIB
Pengrajin Cianjur Sulap Tenda Haji 2025 di Mina Jadi Saung Sunda yang Estetik!

AYOJAKARTA.COM – Di tengah teriknya Mina yang menyengat, dengan suhu mencapai 42 derajat Celcius, sebuah pemandangan tak biasa muncul di salah satu sudut tenda jemaah haji Indonesia.

Sebuah koridor di luar tenda berhasil disulap menjadi ruang santai yang teduh dan estetik, menyerupai "saung-saung" khas Jawa Barat. Kreasi unik ini hadir berkat tangan dingin dua pengrajin asal Cianjur, Jawa Barat.

Teras yang beralaskan kayu, dengan atap, pagar, dan lampu yang didesain dari bambu, menciptakan suasana seperti rumah makan Sunda di kampung halaman.

Baca Juga: Temuan Saldo Masuk Rp500-600 Ribu di BNI, Benarkah PKH Sudah Mulai Cair?

Puluhan kursi kayu serta bunga-bunga segar berjajar rapi sepanjang koridor tenda, memberikan sentuhan hijau yang menyegarkan di tengah gurun Mina.

Desain ini bertujuan agar jemaah haji Indonesia dapat bersantai dengan nyaman saat mabit (menginap) di Mina.

Sentuhan Khas Nusantara dari Cianjur

Di balik konsep menawan ini adalah Jaelani dan Dedi Junaedi, dua pengrajin terampil asal Cianjur. Mereka ditunjuk untuk mengerjakan proyek teras ruang santai ini di Markaz yang dikelola oleh Syarikah Al Bait Guests.

Baca Juga: Pencairan PKH-BPNT Tahap Kedua Dijadwalkan Pertengahan Juni, Ini 4 Kategori KPM yang Tidak Lagi Dapat Bantuan

"Ruangan di luar ini dibuat mirip saung-saung. Bisa buat lesehan jemaah, juga berteduh jemaah sambil makan-makan dan bersantai," kata Junaedi pada Selasa (27/5/2025) di Mina, Makkah.

Lebih menariknya lagi, seluruh bahan kerajinan dan bunga-bunga yang digunakan untuk dekorasi ini didatangkan langsung dari Indonesia.

"Ini bahan-bahannya dari Cirebon dan Cianjur. Kami kerjakan di Riyad, kemudian dikirim ke sini," ungkap Junaedi.

Jaelani menambahkan, proses pengerjaan ruangan luar tenda ini memakan waktu sekitar satu minggu. "Kita coba bikin konsep yang segar dan sejuk. Ada bunga-bunganya juga kita datangkan dari Indonesia. Jadi nanti jemaah akan bilang, 'kok bisa di Makkah ada yang kayak begini?'" ujarnya penuh semangat.

Baca Juga: Sisa 2 Hari Aktivasi Rekening PIP dan Update Terbaru Bantuan Sosial 2025

Persaingan Sehat Syarikah Demi Kenyamanan Jemaah

Fenomena tenda "saung Sunda" ini hanyalah salah satu contoh upaya para Syarikah untuk meningkatkan layanan.

Syarikah lainnya juga berlomba mempermanis markaz mereka, baik di Arafah maupun Mina. Terlihat adanya gapura markaz yang didesain cantik dan kokoh, serta penggunaan rumput sintetis untuk menciptakan kesan hijau. Untuk mengurangi sengatan matahari, sebagian jalan juga ditutup dengan terpal.

Fasilitas lain yang ditingkatkan mencakup tambahan sanitasi, pembaharuan kasur, bantal, selimut, karpet, pendingin ruangan (AC), air minum, kulkas, bahkan hingga penyediaan es krim.

Baca Juga: Rismon Sianipar, Roy Suryo, Tifauzia Tyassuma Jalani Klarifikasi 7 Jam, 97 Pertanyaan Soal Kasus Ijazah Jokowi

Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah, Hilman Latief, menyambut baik persaingan sehat antar Syarikah ini.

"Silakan bersaing dengan sehat, agar jemaah menjadi betah dan nyaman. Karena kita tahu cuaca di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina) ini akan sangat panas. Dengan fasilitas ini, jemaah akan merasa lebih nyaman," kata Hilman.

Hilman secara khusus mengapresiasi desain eksterior di Mina yang berhasil membuat jemaah merasa seperti di kampung halaman.

"Penataan ruang santai seperti ini, dengan nuansa sightseeing dan warna-warna hijau, bisa membuat jemaah merasa nyaman. Ini yang ditawarkan oleh Syarikah Bait Al Guests. Syarikah lain juga menyuguhkan fasilitas dan desain yang nyaman dengan konsep yang berbeda," pungkasnya.

Tercatat, delapan Syarikah akan melayani jemaah di Armuzna tahun ini, yaitu Al Bait Guests, Sana Mashariq, Rakeen Mashariq, Rehlat & Manafea, Al Rifadah, Rawaf Mina, MCDC, dan Rifad. Inovasi semacam "Saung Sunda" ini diharapkan dapat menjadi oase kenyamanan bagi jemaah di tengah padatnya ibadah haji.***

Reporter Asep Dadan Muhanda
Editor Katarina Erlita