Khazanah

Tinggalkan Salat dan Puasa Harus Mengqadha? Buya Yahya Jelaskan Caranya..

Oleh: Desta Nurwati Siamyah Rabu 05 Apr 2023, 12:33 WIB
Buya Yahya Jelaskan Cara Mengqadha Puasa dan Salat yang Ditinggalkan

AYOJAKARTA.COM---Bagi umat muslim, salat dan puasa yang ditinggalkan adalah akan menjadi hutang nanti di akhirat.

Banyak beberapa orang meninggalkan kedua kewajiban tersebut dengan beberapa alasan seperti haid dan lain-lain.

Buya Yahya menjelaskan cara membayar salat dan puasa yang sudah menjadi hutang.

Dikutip Ayojakarta melalui kanal YouTube Al-Bahjah TV, soal menqadha salat dan puasa yang sudah lama ditinggalkan.

Salat dan puasa adalah ibadah yang wajib dilaksanakan oleh umat muslim.

Baca Juga: Jelang Ramadan Masih Belum Lunas Utang Puasanya? Begini Cara Ganti dan Niat Qadha Menurut Ustadz Abdul Somad

Banyak umat yang pernah meninggalkan salat dan puasa dengan beberapa alasan, namun meninggalkan kedua ibadah tersebut menjadikan hutangnya nanti di akhirat.

Buya Yahya mengatakan bahwa salat dan puasa yang ditinggalkan akan dijadikan hutang jika seseorang sudah memasuki baligh (masa pubertas).

Menurut ulama jika alasan meninggalkannya karena tanpa disengaja maka mengqadhanya bisa dengan perlahan-lahan.

Namun jika dengan disengajakan harus segera mengqadha kewajiban yang ditinggalkan.

Jamaah bertanya tentang cara membayar hutang salat dan puasa yang sudah lama ditinggalkan kepada Buya Yahya.

Baca Juga: Masih Miliki Utang Puasa Ramadan, Bolehkah Qadha Usai Nisfu Syaban? Jangan Salah, Ini Kata Ustaz Abdul Somad

Cara pertama membayar salat dan puasa yang sudah lama ditinggalkan, maka hitung terlebih dahulu dan catat memastikan berapa hari lamanya meninggalkan kedua kewajiban tersebut setelah baligh.

Buya Yahya menjelaskan untuk mengqadha salat, jika mengqadha salat Dzuhur boleh dilakukan kapan saja, pada malam hari juga diperbolehkan.

"Boleh kapan saja, malam hari pun boleh mengqadha salat Dzuhur, cuman enaknya adalah kita itu ikuti irama waktu, berarti habis Dzuhur, Dzuhur-an lagi, habis ashar, ashar-an lagi, habis Maghrib, maghrib-an lagi." ujar Buya Yahya.

"Jadi sambil nyicil, kalo hutangnya 5 tahun, jadi hutangnya ke bayar 5 tahun, kalo pengen cepet ya 5 kali Dzuhur," sambungnya.

Baca Juga: Kapan Waktu Bayar Fidyah Puasa Ramadan? Berikut Panduan Lengkap, Niat, Takaran Beserta Penyalurannya

Cara untuk membayar puasa, hitung berapa bulan puasa yang ditinggalkan dikalikan dengan berapa hari, maka puasa lah dengan jumlah yang sudah diperkirakan.

Buya Yahya mengatakan bahwa lebih besar pahalanya mengerjakan yang wajib dibandingkan yang Sunnah.

"Makanya anda tidak usah berpikir yang Sunnah dulu, pikirkan dulu yang wajib". Ujar Buya Yahya.***

Reporter Desta Nurwati Siamyah
Editor Kiki Dian Sunarwati