AYOJAKARTA.COM--Saat ini sudah memasuki bulan Ramadan, setiap umat Islam di seluruh dunia diwajibkan untuk berpuasa.
Sebelum puasa Ramadan maka harus membaca niat terlebih dahulu agar puasanya sah. Lantas bagaimana hukum puasa jika lupa tidak membaca niat?.
Ustaz Abdul Somad atau biasa dipanggil dengan sebutan UAS menjelaskan perihal ketika seseorang lupa membaca niat puasa Ramadan.
“Bagaimana kalau lupa niat puasa waktu malam hari?” tanya salah satu jamaah dikutip ayojakarta.com melalui YouTube Al Izzah Foundation, Selasa (28/3/2023).
Jika seseorang setelah salat tarawih kemudian tertidur dan lupa membaca niat puasa Ramadan tiba-tiba sudah terdengar azan subuh.
Baca Juga: Lupa Baca Niat Puasa dan Tidak Sahur, Bagaimana Hukumnya Sah Atau Tidak? Buya Yahya Jelaskan Hal Ini
“Begitu bangun aku belum niat puasa tadi malam, apakah boleh berniat puasa setelah azan subuh? Boleh, mana dalilnya?” ujar Ustaz Abdul Hidayat.
Ia menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW sempat bertanya kepada Sayyidah Aisyah “Ada makanan? Kata Aisyah tidak ada makan, kalau tidak ada makanan kalau gitu aku berpuasa.”
Namun menurut penceramah kondang ini, hal tersebut jika dalam kasus puasa sunah. Misalnya jika seseorang gotong royong kemudian pulang ke rumah tidak ada makanan.
Maka dirinya bisa berpuasa meskipun belum niat salat sunah, tetapi harus belum makan atau masuk apapun ke dalam tubuh.
Tapi menurut Ustaz Abdul Somad akan berbeda hukumnya jika puasa fardu atau puasa Ramadan.
Jika belum niat puasa fardu di bulan Ramadan maka hukum puasanya tidak sah atau tidak boleh tidak berniat puasa sebelumnya.
Hal ini dikarenakan niat merupakan salah satu rukun puasa yang harus dipenuhi, jika rukun tidak terpenuhi maka ibadah tidak sah.
“Dalam kasus puasa sunah boleh, tapi dalam kasus puasa fardu tak boleh,” kata UAS.
Menurutnya jika seseorang berniat melaksanakan puasa di malam hari, maka niat tersebut sudah cukup maka bisa makan dan minum setelah niat.
Adapun niat puasa fardu Ramadan ini yakni sebagai berikut:
“Nawaitu shauma ghadin ‘an adai fardhi syahri Ramadhani hadzihissanati lillahi ta'ala.”
Artinya: Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan puasa fardu di bulan Ramadan ini karena Allah.
Kata UAS niat puasa sebenarnya tidak perlu dibaca keras-keras atau dengan suara lantang, cukup dibaca dalam hati saja sebagai dorongan melakukan perbuatan yang tulus.
“Memang tak perlu diucapkan, niat kan di dalam. Tapi bagi sebagian orang dia takut ragu-ragu, aku udah niat belum ya. Maka diucapkanlah,” jelas Ustaz Abdul Somad.***