AYOJAKARTA.COM - - Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang istimewa dan penuh kemulian bagi umat Islam.
Bagaimana tidak, bulan Rajab sendiri adalah bulan pembuka menuju bulan suci Ramadhan.
Dimana dikatakan pada bulan-bulan ini pintu ampunan dan keberkahan Allah SWT melimpah bagi hambaNya yang memohon ampunan dan menuai amal kebaikan.
Dilansir dari kanal YouTube Al-Bahjah TV, Selasa (31/1/2023), bulan rajab disebut juga bulan yang istimewa dan penuh kemulian jelas Buya Yahya.
"Bulan rajab adalah bulan haram, bulan yang dimuliakan oleh Allah. Bulan yang tidak diperkenankan untuk berperang pada zaman itu," ujar Buya Yahya.
Disisi lain, Allah SWT sendiri memiliki dua belas bulan dimana empat diantaranya adalah bulan haram yang termasuk didalamnya adalah bulan Rajab.
"Bulan Allah itu ada dua belas diantaranya adalah empat bulan haram, satu diantara itu adalah Rajab setelah itu ada Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram," kata dia.
Meski demikian, menurut Buya Yahya bulan Rajab sendiri tidak memiliki amalan khusus di dalamnya yang harus dikerjakan.
Baca Juga: Lumayan Cuan! Simak Besaran Gaji atau Honor Pantarlih Pemilu 2024, Tertarik Mendaftar?
"Bulan Rajab adalah bulan haram yang mulia tidak ada anjuran amalan khusus di bulan Rajab," ucap Buya.
Buya Yahya pun menjelaskan bahwa ada diantaranya riwayat shahih yang menyebutkan terkait amalan bulan Rajab yakni adalah berpuasa.
"Akan tetapi disitu ada riwayat tentang puasa bulan Rajab," kata Buya.
Dalam riwayat hadits shahih dari Utsman bin Hakim Al-Anshari tentang puasa Rajab yang mana hukum dari padanya itu adalah Sunnah.
Baca Juga: Jaksa Tidak Konsisten dan Terkesan Emosional, Firman Wijaya Pakar Hukum Pidana Ungkap Hal Ini
"Saya bertanya kepada sahabat Sa'id bin Jubair mengenai puasa Rajab, dan saat itu kami berada di bulan Rajab," kata Buya Yahya.
"Amalan nabi di bulan Rajab adalah berpuasa," tambahnya.
Kemudian dalam riwayat tersebut dijelaskan bahwa sahabat nabi pernah melihat Rasulullah berpuasa penuh di bulan Rajab, tetapi juga terkadang melihat Rasulullah terlihat tidak berpuasa.
"Saya telah mendengar Ibnu Abbas ra berkata dulu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah berpuasa hingga kami berkata bahwa beliau tidak akan berbuka dan beliau juga pernah berbuka hingga kami berkata bahwa beliau tidak akan puasa," ujar Buya Yahya.
"Jadi pernah nabi berpuasa penuh di bulan Rajab, tapi nabi juga pernah tidak berpuasa di bulan Rajab," jelas Buya.
Sehingga Buya Yahya pun menjelaskan bahwasanya amalan berpuasa di bulan Rajab itu hukumnya adalah Sunnah, sehingga penting bagi umat Islam untuk memahami hal tersebut.
"Jadi kesimpulannya semua yang pernah dilakukan nabi, kemudian setelah itu kadang ditinggalkan itu lah amalan sunnah," jelasnya.***