AYOJAKARTA.COM – Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan video viral tentang saweran yang diberikan kepada pembaca Al-Qur’an, Ustad Adi Hidayat buka suara tentang hukumnya menurut Islam.
Ustad Adi Hidayat mengetahui banyak pro dan kontra dari kejadian tersebut, ada yang menganggap saweran adalah salah satu bentuk apresiasi, ada juga yang menganggap hal tersebut tidak pantas dilakukan.
Disampaikan oleh Ustad Adi Hidayat bahwa Al-Qur’an bukan sekedar kitab bacaan namun juga pedoman paripurna dalam berkehidupan.
Al-Qur’an adalah obat bagi setiap jiwa yang resah dan juga petunjuk yang mengandung kasih sayang yang dalam bagi segenap lapisan kehidupan setiap insan.
Kitab suci ini menghimpun semua nilai-nilai kebaikan yang memberi petunjuk pada setiap orang untuk beriman dan berperilaku mulia dalam tatanan aktivitas kehidupannya.
Al-Qur’an dari Al-Fatihah sampai dengan An-Nas merupakan kurikulum kehidupan yang mengantarkan pada kebahagiaan dan kesuksesan yang sejati.
Setiaap bacaan Al-Qur’an mengandung pahala dan setiap pembacaannya pasti memiliki adab. Dan setiap pendengarnya mesti menyimak.
“Jika dibacakan Al-Qur’an maka dengarkan dengan fokus, diam, renungi. Agar mendapatkan rahmat dan pancaran kemuliaannya,” kata Ustad Adi Hidayat.
“Karena itu setiap orang yang berinteraksi dengan Al-Qur’an diajarkan tata cara yang beradab dalam membacanya,” tambahnya.
Ustad Adi Hidayat menganjurkan untuk para pembaca dan pendengar lantunan ayat-ayat suci Allah untuk mengikuti adabnya.
“Untuk itu bagi setiap pembaca, penyimak, pendengar, diminta oleh Al-Qur’an mengikuti adabnya untuk mendapatkan semua keberkahan dan kemuliaan-kemuliaannya,” ujar Ustad Adi Hidayat.
“Bila ada pembaca Al-Qur’an maka kita dengarkan. Kita hayati, kita renungi, dan kita berusaha pahami untuk kita amalkan isinya,” tambahnya.
Menanggapi perihal kejadian viral berupa saweran yang dilakukan kepada pembaca Al-Qur’an, Ustad Adi Hidayat mengatakan bahwa itu merupakan tindakan yang tidak pantas karena berada jauh dari nilai-nilai kemuliaan.
“Tidak pantas dan tidak elok memperlakukan pembaca Al-Qur’an dengan sikap-sikap yang tentunya jauh dari nilai-nilai kemuliaan,” kata Ustad Adi Hidayat.
“Pembaca Al-Qur’an bukan untuk disawer, pembaca Al-Qur’an bukan untuk diteriaki, membaca Al-Qur’an untuk dihormati, didengar, dilindungi,” tambahnya.
Ada beberapa daerah yang dikabarkan memiliki tradisi untuk menyawer pembaca AL-Qur’an sebagai apresiasi, tetapi ini merupakan tradisi yang tidak sesuai dengan syariah dan diharapkan tidak ditiru oleh daerah lain.
“Mungkin di Pakistan atau di negara lain memberikan satu apresiasi berupa saweran tertentu dianggap sebagai bagian dari tradisi, namun tradisi suatu tempat tidak harus sama dengan tempat lain. Tradisi yang bertentangan dengan nilai syariah tidak harus dilestarikan,” kata Ustad Adi Hidayat.
Baca Juga: Geger! Ronny Talapessy Ungkap Was-was hingga Akui Mendapat Teror Selama Dampingi Richard Eliezer
“Kita berbagi pengetahuan tidak harus mencela orang lain. Kita mendoakan, meluruskan dengan cara yang benar, melembutkan hati kita. Semua punya peluang untuk menjadi sholeh di hadapan Allah SWT,” tambahnya.
Ustad Adi Hidayat memberikan nasehat untuk tidak perlu mencela orang-orang yang melakukan saweran, kita cukup mendoakan dan memberi tahu dengan cara yang benar, dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Adi Hidayat Official.***