AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta terus melakukan upaya untuk menghadapi tantangan kandungan mikroplastik di air hujan dan udara di ibu kota.
Berkolaborasi dengan lintas sektor, yakni BRIN, BMKG, DLH, Dinkes, dan BPBD, Pemprov DKI terus berusaha menanggulangi dampak mikroplastik yang ditemukan di air hujan dan udara perkotaan.
Tentunya kolaborasi ini akan lebih memperkiat antisipasi mengatasi dampak dari tercemarnya air hujan dan udara di Jakarta.
Baca Juga: LPG Bakal Diganti dengan DME, Kapan?
Dikutip dari Instagram @dinaslhdki, DLH DKI memperkuat pengendalian emisi dan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir guna menekan sumber mikroplastik.
Sedangkan BRIN mendukung dengat riset berbasis data dan BMGK melalui operasi modifikasi cuaca.
Kemudian untuk BPBD bertugas untuk memastikan mitigasi serta sistem peringatan dini berjalan.
Langkah ini diarahkan untuk menjaga kualitas udara dan menekan risiko pencemaran.
Baca Juga: Juknis Baru MBG: SPPG Wajib Masak dengan Air Galon hingga Harus Punya Chef Bersertifikat
Selain itu, Pemprov DKI juga terus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga.
Terutama sampah plastik sekali pakai dan pakaian sintetis.
DLH dan BPBD juga terus melakukan kampanye hidup bersih dan sehat.
Sementara Dinkes DKI Jakarta mengingatkan potensi risiko kesehatan akibat paparan mikroplastik yang bisa masuk ke sistem pernapasan dan pencernaan.
Baca Juga: Ternyata Ini yang Membuat CPU dan GPU Laptop Gaming Lebih Kencang Dibanding Laptop Biasa
Masyarakat diimbau untuk terus berperan aktif dalam mengelola sampah dengan benar, mengurangi plastik sekali pakai, dan menjaga serta merawat kebersihan rumah.
Sebab, setiap langkah kecil dari masyarakat ini dapat menjaga langit dan udara Jakarta tetap bersih.***