AYOJAKARTA.COM - Laptop gaming dikenal dengan performanya yang jauh lebih tinggi dibandingkan laptop tipis dan ringan (thin and light), bahkan di kelas harga yang sama.
Namun, apa sebenarnya yang membuat laptop gaming bisa begitu kencang? Tech reviewer Dedy Irvan dari YouTube Jagat Review menjelaskan secara detail dalam video terbarunya mengenai perbedaan utama antara CPU dan GPU laptop gaming dengan laptop biasa.
“CPU dan GPU adalah dua komponen penting yang membedakan laptop gaming dari laptop thin and light biasa,” jelas Dedy Irvan.
Menurutnya, CPU pada laptop gaming umumnya memiliki jumlah core lebih banyak, clock speed lebih tinggi, dan TDP lebih besar.
Sebagai contoh, Intel Core Ultra 9 275HX pada laptop gaming seperti HP Omen Max 16 memiliki 24 core dan 24 thread, sementara versi hemat daya seperti Core Ultra 9 288V di laptop tipis hanya punya 8 core dan 8 thread.
“Jumlah core yang lebih banyak membuat laptop gaming jauh lebih nyaman untuk multitasking dan pekerjaan berat seperti 3D modeling atau gaming,” tambah Dedy.
Hal serupa juga berlaku pada prosesor AMD Ryzen AI Series. Varian Ryzen AI 9 375HX di laptop gaming memiliki 12 core dan 24 thread, sedangkan Ryzen AI 9 365 di laptop tipis hanya 10 core dan 20 thread.
Baca Juga: Apa Keunggulan Laptop Gaming Dibanding Laptop Biasa?
Selain CPU, perbedaan besar juga terletak pada GPU (Graphics Processing Unit). Laptop gaming menggunakan discrete GPU seperti NVIDIA RTX 5080 atau AMD Radeon RX 7900M, yang memiliki memori (VRAM) dan daya terpisah dari CPU.
Sementara laptop biasa hanya mengandalkan integrated graphics seperti Intel Arc atau Radeon 890M yang berbagi memori dan daya dengan prosesor.
“Discrete GPU punya TGP hingga 175 watt, jauh di atas integrated graphics. Jadi performanya pun jauh lebih tinggi,” ungkap Dedy Irvan.
Kinerja GPU diskrit ini membuat pengalaman bermain game atau editing video menjadi lebih mulus, mendukung fitur canggih seperti ray tracing, upscaling, dan frame generation. Selain CPU dan GPU, faktor RAM juga berpengaruh besar. Laptop gaming umumnya memakai RAM SODIMM yang bisa di-upgrade.
Baca Juga: Punya Spesifikasi Gahar, Harga Laptop Advan Workplus Air Disebut Kemurahan
Dedy menyarankan, jika laptop gaming yang dibeli tidak mendukung upgrade RAM, sebaiknya pilih yang kapasitasnya minimal 32 GB agar tidak cepat kewalahan saat multitasking.
Dengan spesifikasi tinggi dan desain yang mendukung performa maksimal, wajar jika laptop gaming selalu unggul dalam urusan kecepatan dibanding laptop tipis biasa.
Seperti kata Dedy Irvan, “Kalau tujuan utama laptop tipis itu efisiensi daya, maka laptop gaming diciptakan untuk performa tanpa kompromi.”***
Share this article
Dedy Irvan ungkap rahasia performa laptop gaming: CPU dan GPU berdaya besar, core lebih banyak, serta GPU diskrit bikin kinerja dan multitasking jauh lebih cepat dibanding laptop tipis biasa.