AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta agar proses commisioning fasilitas RDF Plant Rorotan dihentikan sementera.
Permintaan ini disampaikan Pramono langsung kepada Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
Penghentian ini dilakukan hingga ada truk yang lebih compact untuk mengankut sampah.
Hal ini juga seiring dengan adanya keluhan warga terkait munculnya bau menyengat saat proses uji coba RDF Plant Rorotan.
Pramono kembali menegaskan bahwa keluhan warga bukan pada proses commisioning di RDF Plant Rorotan.
Melainkan pada proses pengangkutan sampah yang menyebabkan tumpahan air lindi atau cairan sampah.
Kondisi itulah yang menurut Pramono menyebabkan bau menyengat hingga menggangu kenyamanan masyarakat.
"Ketika curah hujannya tinggi, sampahnya kemudian mengalami lebih basah dan angkutannya, air lindinya tumpah ke mana-mana," tuturnya.
Pramono sempat mengatakan bahwa sampah yang digunakan di RDF seharusnya tidak lebih dari dua sampai lima hari.
Ia mengaku akan segera menemui warga untuk memberikan penjelasan terkait permasalahan ini.
Pramono juga mengatakan bahwa pemprov DKI Jakarta akan berusaha segera menyelesaikan agar RDF Plant Rorotan bisa beroperasi dengan baik.
Diketahui, RDF Plant Rorotan ini dibangun untuk mengatasi permasalahan sampah yang ada di Jakarta.***