AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memperluas layanan transportasi ramah disabilitas melalui program Bus Sekolah Disabilitas.
Terhitung sejak 21 Januari 2026, terdapat lima rute baru yang resmi melayani siswa-siswi berkebutuhan khusus di berbagai titik kota.
Penambahan rute ini juga diikuti peningkatan jumlah armada sehingga cakupan layanan semakin luas dan akses pendidikan semakin inklusif.
Keberadaan Bus Sekolah Disabilitas bukan sekadar moda transportasi, melainkan fasilitas penting yang memastikan anak-anak berkebutuhan khusus dapat belajar dengan aman, nyaman, dan setara.
Dengan tambahan armada, lebih banyak sekolah dan lebih banyak siswa dapat dijangkau dari berbagai wilayah permukiman, termasuk rusun.
Rute Eksisting
Saat ini sejumlah rute reguler dan zonasi telah berjalan:
- Reguler 2: Plumpang – Kemayoran (SLBN 09 Jakarta)
- Zonasi 9: Rorotan – Marunda (SLBN 08 Jakarta)
- Reguler 29: YPAC – Kalideres (YPAC)
- Reguler 30: YPAC – Lubang Buaya (YPAC)
- Reguler 31: YPAC – Muara Baru (YPAC)
5 Rute Baru Bus Sekolah Disabilitas
Mulai 21 Januari 2026, layanan diperluas dengan rute berikut:
- Reguler 32: YPAC – Ciledug (YPAC)
- Zonasi 12: Rusun Rawabebek – Rorotan (SLB Kanya Mulya)
- Zonasi 16: BNN – Cipinang via Jatinegara (SLB Karya Guna)
- Zonasi 17: Kampung Rambutan – Lebak Bulus (SLBN 01 Jakarta & SLB A Pembina Tingkat Nasional)
- Zonasi 18: Permata Hijau – Lebak Bulus (SLBN 01 Jakarta & SLB A Pembina Tingkat Nasional)
Rute-rute tersebut dipilih untuk menghubungkan permukiman padat, rusun, hingga fasilitas pendidikan khusus sebagai respon atas kebutuhan mobilitas siswa disabilitas yang selama ini terkendala akses dan jarak.
Kehadiran rute baru menjadi indikator nyata bahwa kota sedang bergerak menuju sistem transportasi yang inklusif.
Penambahan armada tidak hanya soal operasional transportasi, tetapi juga bagian dari kebijakan pendidikan dan layanan dasar bagi warga yang memiliki kebutuhan khusus.
Selain akses fisik, model layanan Bus Sekolah Disabilitas juga memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan.
Armada didesain dengan fitur low entry, ruang kursi roda, serta sistem pengawalan dan pendampingan yang relevan untuk kebutuhan disabilitas.
Program ini memberi pesan kuat bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk mencapai sekolah tanpa hambatan.
Dengan penambahan rute baru ini, Jakarta sekali lagi menegaskan komitmennya menjadikan transportasi publik sebagai pilar kota inklusif.
Bukan hanya untuk bergerak, tetapi untuk membuka peluang dan kesempatan yang lebih adil bagi semua.***