AYOJAKARTA.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat adanya potensi banjir rob hingga 3 Februari 2026.
Hal ini disampaikan oleh Isnawa Adji selaku Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta yang menyebutkan adanya fenomena pasang maksimum air laut.
Fase bulan purnama menjadi salah satu faktor naiknya air laut karena posisi bulan kala itu berada di jarak terdekat dengan bumi.
Baca Juga: Perjuangan AO PNM Tika Wulandari, Sukses Angkat Derajat Keluarga dari Hasil Melaut
Jarak bulan dan bumi yang dekat ini menyebabkan peningkatan tinggi mua air laut, sehingga sangat berpotensi terjadinya banjir rob di wilayah pesisir utara Jakarta.
Sebagai informasi, untuk waktu puncak pasang maksimum air laut berada di pukul 05.00 hingga 11.00 WIB.
Berikut 12 wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob yakni:
1. Kamal Muara
2. Kapuk Muara
3. Kamal
4. Penjaringan
5. Ancol
6. Pluit
7. Marunda
8. Cilincing
9. Kalibaru
10. Muara Angke
11. Kawasan Kepulauan Seribu
12. Tanjung Priok
Baca Juga: Proyek Sampah Danantara vs Inovasi BBM Jerami Bobibos, Mana yang Bakal Terealisasi Duluan?
Menurut BPBD DKI Jakarta potensi banjir rob ini akan terjadi selama berhari-hari sehingga masyarakat yang berada di wilayah pesisir diminta untuk selalu waspada.
Banjir rob sendiri terjadi bukan hanya akibat gravitasi bulan sebagai faktor utama, namun ulah manusia dapat memperparah bencana ini.
Kegiatan manusia seperti reklamasi pantai hingga eksplotasi air tanah dapat memperparah banjir rob ini.
Banjir rob bukan hanya berbahaya bagi manusia namun dapat merusak ekosistem pesisir dan merugikan berbagai sektor kehidupan manusia.
Jika terjadi keadaan darurat masyarakat diimbau menghubungi 112.***