AYOJAKARTA.COM - Perubahan iklim membuat curah hujan semakin ekstrem, cuaca tak menentu, dan jadwal musim bergeser.
Hal ini menuntut Jakarta untuk terus beradaptasi dengan kondisi ini.
Seperti diketahui, dengan cuaca ekstrem seperti sekarang, Jakarta menjadi salah satu kota yang kerap terjadi banjir.
Kejadian bencana banjir terus menerus terulang dalan beberapa waktu terakhir ini.
Di mana intensitas curah hujan ekstrem meningkat, yang membuat ibu kota masih harus menghadapi banjir dan genangan.
Untuk menghadapi tantangan ini, maka akan dilakukan pembangunan infrastruktur pengendali banjir terpadu.
Dikutip dari akun Instagram @dinas_sda, melalui JAKTIRTA Project, Jakarta menghadirkan langkah nyata dalam menghadapi tantangan banjir dengan tiga fokus utama yaitu:
1. Sistem Polder
- Pembangunan Sistem Tata Air Pompa Bulak Cabe
- Pembangunan Sistem Tata Air Pompa Pegangsaan Dua
- Pembangunan Sistem Tata Air Pompa Cilincing KBN
- Pembangunan Sistem Tata Air Pompa Wr Jengkol
- Pembangunan Sistem Tata Air Pompa Kampung Sawah, Rawa Terate
- Pembangunan Sistem Tata Air Pompa Kayu Putih, Rawa Terate
- Pembangunan Sistem Tata Air Pompa Ancol
- Pembangunan Sistem Tata Air Pompa IKIP
- Pembangunan Sistem Tata Air Pompa Cempaka Putih
- Pembangunan Sistem Tata Air Pompa Cempaka Putih Barat
- Pembangunan Sistem Tata Air Pompa Cengkareng
- Pembangunan Sistem Tata Air Pompa Mangga Raya Greenville
- Pembangunan Sistem Tata Air Pompa Daan Mogot (Depag, Km 13, Km 13,5)
2. Revitalisasi Kali atau Sungai
- Saluran Phb Layar
- Kali Cakung Lama
- Kali Jatikramat
- Kali Angke
- Kali Pesanggrahan
- Kali Grogol
- Kali Cideng Atas
- Penanganan Genangan Kawasan Fatmawati H. Nawi
- Kali Sodetan Sekretaris & Waduk Tomang
- Pompa Cipulir
Baca Juga: Pilihan Terbaik untuk Bukber, Taste of Ramadan Hadir di Hotel GranDhika Iskandarsyah Jakarta
3. Pembangunan Waduk & Embung
- Embung Pondok Labu (Cilandak Marinir)
- Embung Kebagusan
- Waduk Sunter hulu
Ketiga infrastruktur tersebut sebagai sistem pengelolaan terpadu untuk mengatur limpasan, menyerap, dan menyalurkan air secara presisi.
Namun, perlu diketahui, bahwa proyek strategis ini bukan hanya soal infrastruktur pengendali banjir.
Tetapi juga tentang keberlanjutan kota, menciptakan ruang hidup yang harmonis antara manusia dan air.***