AYOJAKARTA.COM - Kasus berbahaya pencemaran Sungai Cisadane jadi sorotan, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) akan periksa PT Biotek Saranatama.
PT Biaotek Saranatama yang berlokasi di Kawasan Pergudangan Taman Tekno BSD Serpong, Blok K3 Nomor 37, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, merupakan perusahaan yang gudang pestisidanya terbakar pada Senin, 9 Februari 2026.
Gudang pestisida tersebut diketahui memiliki bahan kimia berbahaya seperti cypermetrin dan profenofos yang biasa digunakan untuk mengendalikan hama tanaman.
Baca Juga: Pilihan Terbaik untuk Bukber, Taste of Ramadan Hadir di Hotel GranDhika Iskandarsyah Jakarta
Hingga berita ini diturunkan belum ada pernyataan dari PT Biotek Saranatama mengenai kejadian ini.
Dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq menyebutkan sebanyak 20 ton bahan pestisida terbakar.
Air sisa dari pemadaman bercampu residu bahan kimia yang mengalir ke Sungai Jeletreng yang merupakan anak dari Sungai Cisadane.
"Kurang lebih 20 ton pestisida terbakar dan air sisa pemadaman yang bercampur residu kimia mengalir hingga mencemari sungai," pungkasnya dikutip ayojakarta.com pada Kamis, 12 Februari 2026.
Dampak pencemaran ini diketahui meluas hingga mencapai 22,5 kilometer yang meliputi beberapa titik daerah yakni:
Baca Juga: Sosialisasikan MBG, Tekankan Dampak Gizi dan Perputaran Ekonomi Warga
- Kota Tangerang Selatan
- Kota Tangerang
- Kabupaten Tangerang
Akibat dari pencemaran ini ratusan iklan yakni ikan mas, baung, patin, nila hingga sapu-sapu diprkan mati.
Bahkan KLH mengimbau masyarakat untuk sementara tidak menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari menunggu hasil uji laboratorium.***

Share this article
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) akan periksa PT Biotek Saranatama.