Metropolitan

Besok di Bundaran HI! Ada Pawai Ogoh-Ogoh Jelang Nyepi, Pramono Anung dan Rano Karno akan Hadir

Oleh: Jinan Vania Barizky Sabtu 07 Mar 2026, 16:20 WIB
Ilustrasi. Pawai ogoh-ogoh jelang perayaan Nyepi umat Hindu. (Sumber: Generate by AI | Foto: Generate by AI)

AYOJAKARTA.COM - Jelang perayaan Nyepi yang jatuh pada 19 Maret 2026, Pemprov DKI Jakarta diketahui akan menggelar pawai ogoh-ogoh di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Pawai ogoh-ogoh ini akan dilakukan besok pada Minggu, 8 Maret 2026.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebutkan bahwa kegiatan ini salah satu upaya untuk merawat keberagaman budaya dan agama yang berada di Ibu Kota.

"Besok memang akan ada pawai ogoh-ogoh, mungkin juga baru pertama kali di Bundaran HI," ujarnya dikutip ayojakarta.com pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Baca Juga: 7 Cara Menata Ruang Tamu Sempit agar Tetap Nyaman Saat Open House Lebaran

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa dirinya dan Wakil Gubernur DKI Rano Karno akan turut hadir dalam kegiatan pawai ogoh-ogoh tersebut.

Sebagai informasi, pawai ogoh-ogoh merupakan salah satu rangkaian tradisi menjelang Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu.

Ogoh-ogoh biasanya berbentuk patung raksasa yang menggambarkan sosok bhuta kala atau kekuatan negatif dalam kehidupan manusia.

Dalam tradisi di Bali, ogoh-ogoh diarak keliling desa pada malam sebelum Nyepi atau yang dikenal sebagai malam Pengerupukan.

Setelah diarak, ogoh-ogoh biasanya akan dibakar sebagai simbol penghancuran sifat-sifat buruk dan energi negatif.

Sementara itu, Hari Raya Nyepi sendiri merupakan hari suci umat Hindu yang menandai pergantian Tahun Baru Saka.

Baca Juga: Cara Mengurus Pemakaman Gratis di DKI Jakarta Lengkap dengan Fasilitasnya, Ada 82 TPU

Perayaan ini dilakukan dengan menjalankan Catur Brata Penyepian, yakni tidak menyalakan api atau cahaya (amati geni), tidak bekerja (amati karya), tidak bepergian (amati lelungan), serta tidak menikmati hiburan atau kesenangan (amati lelanguan).

Pada hari tersebut, umat Hindu juga menjalani waktu untuk melakukan refleksi diri, meditasi, serta menjaga keheningan sebagai bentuk penyucian diri dan alam semesta.***

Reporter Jinan Vania Barizky
Editor Jinan Vania Barizky