AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan bahwa stok atau pasokan bahan bakar minyak atau BBM di ibu kota stabil dan mencukupi.
Hal ini disampaikan Pramono menyusul adanya ketegangan geopolitik yang saat ini terjadi di Timor Tengah.
Seperti diketahui, saat ini dunia masih dihebohkan dengan serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Akibat 'perang' inilah, banyak pihak menilai akan mempengaruhi pasokan dan lonjakan harga minyak.
Baca Juga: Dubes Iran Soal Selat Hormuz Ditutup: Tidak Ditutup, Tetap Dibuka dengan Protokol
"Kalau BBM, Jakarta tentunya selalu menjadi prioritas untuk stoknya, karena kami juga punya stok sendiri," ujar Pramono.
Pramono mengatakan, untuk menjaga ketahan stok BBM di ibu kota, pihaknya telah melakukan pengelolaan bersama dengan pemerintah pusat.
Ia yakin, ketersediaan minyak di SPBU akan terjaga dan masyarakat tidak perlu panic buying.
"Karena saya meyakini di Jakarta tidak akan ada panic buying untuk urusan BBM," katanya.
Baca Juga: Kritik Keras Connie Bakrie, Benarkah Indonesia Kini Terjebak Strategi 'Board of War' Global?
Selain BBM, Pramono juga memastikan terkait ketersediaan bahan pangan di Jakarta.
Menurutnya, bahan pangan di ibu kota, mulai dari beras, daging, cabai, dan lainnya masih dalam kondisi aman.
Bahkan, Pram menyebut bahwa stok bahan pangan di Jakarta saat ini bisa dibilang berlebih.
Pemprov DKI Jakarta juga telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga stok bahan pangan jelang Idulfitri.
Salah satunya yakni dengan mengimpor sapi agar stok dan harga daging tetap aman.***
Share this article
Pramono mengatakan, untuk menjaga ketahan stok BBM di ibu kota, pihaknya telah melakukan pengelolaan bersama dengan pemerintah pusat.