Metropolitan

Dinas LH DKI Jakarta Ungkap Penyebab Longsor Sampah di TPST Bantargebang, Bukan Hanya Disebabkan Curah Hujan Tinggi, tapi...

Oleh: Desi Kris Selasa 10 Mar 2026, 18:29 WIB
Gunungan Sampah di TPST Bantargebang (Sumber: Instagram @dinaslhdki)

AYOJAKARTA.COM - Dinas Lingkungan Hidup LH DKI Jakarta mengungkap penyebab terjadinya longsor sampah di TPST Bantargebang, Bekasi, Minggu (8/3).

Peristiwa longsor itu disebut tidak hanya dipicu oleh tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir, tapi juga karena tingginya volume sampah yang menumpuk di area landfill.

Dikutip dari akun Instagram @dinaslhdki, Jakarta setiap harinya mengirim ribuan ton sampah ke Bantargebang, sekitar kurang lebih 7.500 ton.

Sampah Jakarta ke Bantargebang dinilai sama dengan 1 kota kecil setiap harinya.

Baca Juga: Desain Vivo V70 Makin Premium dengan Baterai Super Awet, Tapi Ada Beberapa Catatan

Oleh sebab itu, Dinas LH DKI meminta agar masyarakat turut kerja sama untuk ikut langsung memilah sampah dari sumbernya.

Jika sampah tidak dipilah dari sumber, maka semua sampah bisa tercampur, menumpuk dan akan jadi gunungan sampah.

Ketika sampah tercampur, maka sampah mudah terurai tidak diolah maksimal dengan komposting atau BSF Maggot.

Sampah-sampah tersebut hanya membusuk bersama sampah lainnya.

Sampah plastik juga membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai.

Baca Juga: bank bjb Dorong Sport Tourism dan Ekonomi Daerah Lewat The Ultimate10K Series 2026

Hingga akhirnya saat sampah semua tercampur bisa menumpuk dan hanya menjadi residu serta tidak terolah dengan baik.

Hal inilah yang bisa mengakibatkan gunungan sampah semakin tinggi dan risiko longsor meningkat.

Menurut Dinas LH, masalah sampah tidak dimulai dari Bantargebang.

Tapi, masalah sampah dimulai dari kita rumah kita sendiri ketika tidak memilah dan mengolah sampah sesuai dengan jenisnya.

Padahal, jika dipilah, sampah bisa jadi energi (RDF) atau kompos yang bermanfaat.

Baca Juga: PSSI Jual Tiket Bundling FIFA Series 2026, Publik Protes Soal Harganya yang Disebut Lebih Mahal dari Piala Dunia

Melalui RDF Plant Rorotan, sebagian sampah bisa diolah kembali menjadi energi alternatif.

"Masa depan Jakarta yang lebih bersih nggak cuma butuh teknologi, tapi butuh tangan kita untuk mulai memilah hari ini," tulis Dinas LH dalam keterangannya.***

Reporter Desi Kris
Editor Desi Kris