AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengatasi persoalan longsor sampah yang terjadi di TPST Bantargebang, Bekasi.
Langkah tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebagai upaya memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Selain itu, agar pengelolaan sampah di Jakarta masih tetap bisa berjalan dengan aman.
Sebagai langkah awal, Pramono menginstruksikan untuk menutup sementara layanan di zona 4A yang terdampak longsor.
Baca Juga: Mudik Lebaran 2026 Aman, Pemkot dan Polres Jakarta Pusat Siapkan Lahan Penitipan Kendaraan!
Sedangkan untuk proses pengiriman sampah nantinya akan dialihkan ke zona lain.
“Sebagai langkah mitigasi, layanan di zona 4A ditutup sementara. Pengiriman sampah ke TPST Bantargebang diminimalkan, operasionalnya dialihkan ke zona 3,” ujar Pramono.
Langkah selanjutnya yakni Pemprov DKI menyiapkan dua zona baru untuk pengiriman sampah yang bersifat sementara.
Pramono juga mendorong agar pemilahan sampah bisa dilakukan langsung dari sumbernya.
Hal ini dilakukan agar tidak seluruh sampah warga DKI Jakarta dikirim ke tempat pembuangan akhir tersebut.
Tak cuma itu, langkah lain yang disiapkan adalah mengandalkan fasilitas pengolahan sampah RDF Rorotan di Jakarta Utara.
RDF Rorotan diharap bisa membantu mengurangi beban pengiriman sampah ke Bantargebang.
Pramono menargetkan fasilitas tersebut mampu mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari.
Seperti diketahui, longsor sampah terjadi di zona 4A TPST Bantargebang, Minggu (8/3).
Dalam persitiwa ini tujuh orang dinyatakan meninggal dunia.
Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan pengelolaan sampah di Jakarta bisa menjadi lebih aman, modern, dan berkelanjutan, sekaligus meminimalkan risiko bencana seperti longsor sampah di kawasan TPST Bantargebang.***
Share this article
Gubernur Pramono Anung, mengatakan langkah ini dilakukan sebagai upaya memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.