AYOJAKARTA.COM - Operasi pencarian dan penyelamatan korban longsor sampah di TPST Bantargebang resmi ditutup.
Penutupan operasi pencairan ini ditutup, setelah seluruh korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan.
Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari mengatakan pada pukul 00.00 WIB, dengan ditemukannya seluruh korban maka operasi SAR dinyatakan ditutup.
Operasi ini melibatkan 336 personel gabungan.
Saat proses pencarian korban, tim SAR gabungan membuka akses dengan menggunakan alat berat dan mengerahkan anjing pelacak K9.
pada Senin (9/3) pukul 12.05 WIB, satu korban akhirnya dapat ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Korban meninggal dunia bernama Jussova Situmorang itu langsung dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati.
Kemudian, pada pukul 17.50 WIB, tim SAR gabungan kembali menemukan korban yang tertimbun longsoran sampah bernama Hardianto yang juga meninggal dunia.
Baca Juga: Update Tragedi Longsor Sampah Bantargebang: 7 Korban Meninggal Dunia, 1 Korban Masih Dalam Pencarian
Selanjutnya, pukul 23.30 WIB, korban terakhir bernama Riki Supriadi yang ditemukan meninggal dunia juga langsung dibawa ke RS Polri Kramat Jati.
Tercatat, dalam peristiwa longsor yang terjadi pada Minggu (8/3) di TPST Bantargebang ada 13 orang yang menjadi korban.
Dari jumlah tersebut, tujuh orang meninggal dunia, dan enam lainnya selamat.
Berikut tujuh orang korban meninggal dunia dalam peristiwa ini:
1. Enda Widayanti
2. Sumine
3. Dedi Sutrisno
Baca Juga: Capaian Sustainable Loans BRI Tembus Rp811,9 Triliun, Wujud Nyata Dorong Ekonomi Hijau dan Inklusif
4. Irwan supriatin
5. Jussova Situmorang
6. Hardianto
7. Riki Supriadi
Berikut enam orang korban yang selamat
1. Budiman
2. Johan
3. Safifudin
4. Slamet
5. Ato
6. Dofir.***
Share this article
Penutupan operasi pencairan ini ditutup, setelah seluruh korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan.