AYOJAKARTA.COM - Layanan Transjabodetabek rute SH2 yang menghubungkan Blok M - Bandara Soetta resmi diluncurkan, Kamis (12/3).
Peluncuran transportasi umum ini menjadi upaya meningkatkan akses transportasi publik menuju bandara.
Kehadiran rute baru ini langsung mendapat perhatian dari DPRD DKI Jakarta, terutama terkait aspek pelayanan bagi penumpang.
Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Wahyu Dewanto, menilai layanan tersebut merupakan langkah positif untuk memperluas pilihan moda transportasi bagi masyarakat yang hendak menuju maupun meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta.
Menurutnya, keberadaan transportasi umum yang terintegrasi menjadi sangat penting mengingat tingginya penggunaan kendaraan pribadi untuk perjalanan menuju bandara.
Wahyu juga menilai bahwa rute baru Blok M-Bandara Soetta ini bisa menekan penggunaan kendaraan pribadi menuju bandara yang sudah mencapai 80 persen.
Di sisi lain, Wahyu juga mengingatkan agar pengelola layanan memperhatikan sejumlah hal penting.
Mulai dari konsistensi waktu pelayanan serta kesiapan fasilitas pendukung di titik keberangkatan maupun kedatangan.
Baca Juga: Antisipasi Kebutuhan Idul Fitri 2026, BTN Siapkan Rp23,18 Triliun Uang Tunai di Seluruh Outlet
Ia lantas menyarankan, sejumlah aspek yang perlu diperhatikan sperti pengaturan antrean penumpang dan ketersediaan bantuan bagi penumpang yang membawa barang atau koper.
“Hal-hal seperti konsistensi waktu pelayanan serta fasilitas di bandara maupun di Blok M, termasuk pengaturan antrean dan bantuan bagi penumpang yang membawa barang, perlu menjadi perhatian,” ujar Wahyu.
Layanan baru ini diharapkan bisa segera tersosialisasi secara luas sehingga masyarakat dapat memanfaatkannya secara optimal.
Sebagai informasi, rute Blok M-Bandara Soetta ini mengoperasikan 14 armada bus berdesain low deck yang dilengkapi bagasi untuk koper.
Baca Juga: BRI Pastikan Stok Uang Tunai Aman, Siapkan Rp25 Triliun Selama Periode Ramadan dan Idulfitri 2026
Jam operasional akan dimulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB dengan target melayani hingga 2.000 penumpang per hari.
Sementara untuk tarif adalah Rp3.500 selama tiga bulan pertama.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sempat mengatakan bahwa tarif selanjutnya akan dievaluasi.
Namun, diproyeksikan berada pada kisaran Rp10 ribu-Rp15 ribu.
Tarif tersebut dinilai untuk menjaga keberlanjutan subsidi daerah.***