AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta menyebut pendatang baru ke ibu kota pada arus balik Lebaran 2026 diprediksi mencapai 12.000 orang.
Prediksi kedatangan pendatang baru di DKI Jakarta ini disampaikan oleh Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim.
Chico menyebutkan, pasca Lebaran 2026 jumlah pendatang baru diperkirakan berkisar antara 10.000 hingga 12.000 orang.
Untuk menghadapi lonjakan tersebut, Pemprov DKI Jakarta tidak akan melakukan operasi yustisi. Sebagai gantinya, pemerintah akan menerapkan sistem “jemput bola” dalam pendataan administrasi kependudukan.
Selain itu, Pemprov juga akan melakukan sosialisasi secara intensif, termasuk imbauan agar para pendatang baru yang datang ke ibu kota memiliki keterampilan yang memadai.
Pemerintah turut menyiapkan program pelatihan kerja serta pemberdayaan UMKM guna mendukung para tenaga kerja baru.
"Pendekatan ini diharapkan mengubah urbanisasi dari beban menjadi kontribusi positif bagi ekonomi Jakarta," ujar Chico, dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber pada Senin, 30 Maret 2026.
Fenomena pendatang baru setelah Lebaran sendiri merupakan hal yang terjadi hampir setiap tahun di Jakarta.
Momentum arus balik kerap dimanfaatkan oleh masyarakat dari berbagai daerah untuk mengadu nasib di ibu kota, dengan harapan mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang lebih baik.
Baca Juga: Bahlil Dapat PR dari Prabowo Untuk Cari Sumber Energi Baru, Bobibos Mengajukan Diri
Namun, tanpa persiapan yang matang, urbanisasi ini juga berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari meningkatnya angka pengangguran hingga kepadatan penduduk di kawasan tertentu.
Oleh karena itu, langkah Pemprov DKI Jakarta yang mengedepankan pendekatan pembinaan, pendataan, dan peningkatan keterampilan dinilai menjadi strategi penting agar para pendatang baru dapat beradaptasi sekaligus berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi kota.