AYOJAKARTA.COM - Arus balik Lebaran 2026, Pemprov DKI Jakarta memprediksi adanya pendatang baru yang mencoba peruntungan di ibu kota mencapai 12 ribu orang.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebutkan bahwa prediksi tersebut masih bersifat sementara.
"Memperkirakan akan ada kenaikan kurang lebih pemudik yang ikut saudaranya balik ke Jakarta, sekitar 10 sampai dengan 12 ribu orang," ujar Pramono Anung, dikutip ayojakarta.com pada Senin, 30 Maret 2026.
Baca Juga: Libur Lebaran Usai, 16.735 Wisatawaan Tercatat Kunjungi Museum Seni Kota Tua Jakarta Barat!
Lebih lanjut, Pramono menyebutkan bahwa prediksi ini terlihat dari tren pemesanan tiket transportasi yang kembali ke Jakarta.
Pramono pun mengingatkan bahwa para pendatang harus mempersiapkan diri sebelum datang ke Jakarta, terutama terkait kesiapan kerja dan tempat tinggal.
"Tetapi ini belum final ya, nanti kita lihat data yang ada karena ini disimpulkan dari tren orang booking kendaraan," pungkasnya.
Walaupun terlihat ada tren pendatang baru di DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan tidak akan melakukan operasi yustisi.
"Jakarta tidak ada operasi yustisi, tetapi Jakarta meminta siapa pun yang mengadu nasib di Jakarta harus mempersiapkan diri," tegasnya.
Tren Pendatang Baru dan Arus Balik 2026
Setiap tahun setelah Lebaran, DKI Jakarta memang mengalami peningkatan jumlah pendatang baru. Fenomena ini umumnya dipicu oleh arus balik pemudik yang kembali ke ibu kota sambil membawa anggota keluarga atau kerabat untuk mencari pekerjaan.
Pada arus balik Lebaran 2026, tren ini kembali terlihat dari meningkatnya jumlah pemesanan tiket transportasi menuju Jakarta, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara.
Meski demikian, Pemprov DKI Jakarta mengimbau agar para pendatang baru tidak datang tanpa persiapan. Ketersediaan lapangan kerja, tempat tinggal, serta keterampilan menjadi faktor penting agar dapat bertahan dan bersaing di ibu kota.
Pemerintah juga menekankan bahwa Jakarta tetap terbuka bagi siapa saja, namun kesiapan individu menjadi kunci utama untuk menghindari masalah sosial di kemudian hari.***

Share this article
Pemprov DKI Jakarta memprediksi adanya pendatang baru yang mencoba peruntungan di ibu kota mencapai 12 ribu orang.