Metropolitan

BMKG Prediksi Fase El Nino, Pramono Anung Fokus Pemotongan Pohon Antisipasi Cuaca Ekstrem!

Oleh: Jinan Vania Barizky Rabu 15 Apr 2026, 16:04 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Sumber: Beritajakarta.id | Foto: Beritajakarta.id)

AYOJAKARTA.COM - Salah satu upaya antisipasi perubahan cuaca menghadapi fase El Nino, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung perintahkan pemotongan pohon di sejumlah wilayah di ibu kota dipercepat.

Curah hujan yang tinggi serta angin di bulan April 2026 yang masih akan terjadi di DKI Jakarta dapat berpotensi terjadinya pohon tumbang.

Lebih lanjut, Pramono Anung menyebutkan pemangkasan dan perapian pohon di DKI akan jadi fokus Pemprov DKI Jakarta.

"Saya minta yang lebih harus dipersiapkan adalah pohon-pohonnya," ujar Pramono dikutip ayojakarta.com pada Rabu, 15 April 2026 dari berbagai sumber.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani membagikan prediksi musim kemarau panjang akan terjadi di Indonesia mulai April hingga Juni 2026.

Sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami kemarau di bulan Mei 2026.

"Musim kemarau itu akan datang di Indonesia mulai bulan April, Mei hingga Juni, banyak yang datangnya di bulan Mei," ujarnya.

Hadirnya fase El Nino ini diprediksi akan membuat musim kemarau di Indonesia jauh lebih panjang dan kering dalam 30 tahun terakhir.

Wilayah di selatan garis khatulistiwa akan menjadi bagian yang paling terdampak.

Sebagai informasi, El Niño merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang berdampak besar terhadap pola cuaca global. Di Indonesia, El Nino biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara signifikan sehingga memicu kekeringan di berbagai daerah.

Dampak lain dari El Nino antara lain meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan, berkurangnya ketersediaan air bersih, hingga terganggunya sektor pertanian akibat gagal panen. Kondisi ini juga dapat memicu suhu udara yang lebih panas dari biasanya.

Meski demikian, pada masa peralihan seperti saat ini, cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai angin kencang masih bisa terjadi. Oleh karena itu, langkah antisipasi seperti pemangkasan pohon dinilai penting untuk mengurangi risiko bencana di wilayah perkotaan.***

Reporter Jinan Vania Barizky
Editor Jinan Vania Barizky