Metropolitan

Beban Kerja Tinggi, Satpol PP DKI Usulkan Penambahan Personel Muda

Oleh: Desi Kris Jumat 24 Apr 2026, 16:44 WIB
Satpol PP DKI Jakarta (Sumber: beritajakarta.id)

AYOJAKARTA.COM - Satpol PP DKI Jakarta mengusulkan penambahan personel baru dengan usia lebih muda.

Permaintaan ini sebagai langkah antisipasi ke depan di lapangan.

Keterbatasan jumlah personel saat ini dinilai belum sebanding dengan tugas pengamanan dan penegakan ketertiban yang berlangsung selama 24 jam.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, mengungkapkan bahwa kondisi kekurangan personel adalah kondisi riil di lapangan.

Dalam satu kelurahan, jumlah anggota yang tersedia rata-rata hanya berkisar antara 7 hingga 10 orang.

“Dengan sistem pembagian tiga sif, jumlah personel di tiap sif menjadi sangat terbatas sehingga berdampak pada tingginya beban kerja yang harus ditanggung masing-masing anggota,” ujar Satriadi, Jumat (24/4).

Ia menjelaskan, jumlah tersebut masih jauh dari kondisi ideal.

Menurutnya, satu kelurahan setidaknya membutuhkan sekitar 18 hingga 20 personel agar pembagian kerja dapat berjalan lebih optimal.

Dengan komposisi tersebut, setiap sif dapat diisi oleh tim yang memadai sehingga tidak terjadi kelebihan beban kerja.

“Namun, kondisi saat ini masih jauh dari standar ideal tersebut,” katanya.

Selain persoalan jumlah personel, Satriadi juga menyoroti faktor usia dan kesehatan anggota.

Ia mengungkapkan bahwa sebagian personel saat ini berusia di atas 45 tahun, sehingga perlu perhatian khusus dalam pengelolaan beban kerja.

Hal ini menjadi perhatian serius, terlebih dengan adanya data 35 personel yang meninggal dunia dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Untuk itu, Satpol PP DKI Jakarta mengusulkan penambahan jumlah personel, khususnya dari kalangan usia muda, sebagai langkah antisipasi ke depan.

Saat ini, total personel yang tersedia sekitar 5.000 orang, sementara kebutuhan ideal diperkirakan mencapai lebih dari 10.000 personel.

Satriadi mengatakan usulan ini telah disampaikan dan diharapkan bisa segera menjadi perhatian dalam pembahasan ke depan.***

Reporter Desi Kris
Editor Desi Kris