Nasional

Buat Merinding! Sambil Menangis Bharada E Ceritakan Detik-Detik Eksekusi Brigadir Yosua dengan Ferdy Sambo

Oleh: Rosandra Gisca Andyna Rabu 30 Nov 2022, 16:46 WIB
Bharada E menceritakan detik-detik dirinya melakukan eksekusi kepada Brigadir J bersama Ferdy Sambo.

AYOJAKARTA.COM – Sidang kasus pembunuhan Brigadir J masih dilanjutkan dengan agenda konfrontasi ketiga terdakwa Bharada E, Ricky Rizal dan Kuat Maruf, Rabu, 30 November 2022.

Ketiga terdakwa Bharada E, Ricky Rizal dan Kuat Maruf akan menceritakan interaksi mereka mulai dari berada di Magelang, Saguling hingga ke Duren Tiga.

Ada momen mengharukan yang tegang dan penuh emosi saat Bharada E menceritakan detik-detik dirinya melakukan eksekusi kepada Brigadir J bersama Ferdy Sambo.

Baca Juga: Ngeri Banget Deh, Begini Perintah Ferdy Sambo kepada Bharada Eliezer untuk Menembak Brigadir Yosua

Sambil menangis Bharada E bercerita di depan majelis hakim sambil memperagakan momen dirinya menembak Brigadir J di rumah Duren Tiga pada 8 Juli 2022 lalu.

Saat hari eksekusi, Bharada E atau Richard Eliezer sudah merasakan takut dan langsung naik ke lantai dua rumah Duren Tiga.

Saat itu dia begitu tegang karena akan melakukan penembakan terhadap Yosua.

Eliezer mengaku sempat berdoa di dalam kamar dengan doa yang sama, dan dia sempat terdiam sebentar.

Kemudian Eliezer mendengar ada suara Ferdy Sambo di lantai bawah, akhirnya dirinya turun ke lantai bawah hingga sampai di ujung tangga dia bertemu Ferdy Sambo.

Baca Juga: Penuh Emosi, Bharada E Tak Kuasa Tahan Tangis Saat Peragakan Kembali Detik-Detik Brigadir J Dibunuh

“Saya turun ke bawah, sampai di ujung tangga, sudah ada pak FS (Ferdy Sambo). Disitu dia sudah pakai sarung tangan Yang Mulia,” ucap Richard Eliezer, seperti dilihat dalam tayangan sidang di kanal YouTube KOMPASTV, Rabu, 30 November 2022.

Eliezer mengaku melihat Ferdy Sambo sudah bersiap dengan menggunakan sarung tangan karet berwarna hitam.

Ferdy Sambo lalu bertanya kepada Richard Eliezer apak sudah mengisi senjata atau belum. Kemudian Eliezer mengisi/kokang senjatanya.

“Kemudian saya kokang senjata saya, lalu saya taruh lagi di pinggang, baru saya langsung ke samping meja yang mulia,” ucapnya.

Setelah itu masuklah Yosua bersama dengan Kuat Maruf dan Ricky Rizal, lalu dengan cepat Ferdy Sambo menarik kerah leher bagian belakang Yosua dan mendorongnya untuk merunduk.

Baca Juga: Sosok Perempuan Misterius Menangis saat Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Bertengkar, Ini Kesaksian Bharada E

“Sini, merunduk kau merunduk!” ujar Bharada E menirukan Ferdy Sambo saat itu yang mendorong keras tubuh Yosua ke arah depan.

Setelah itu dengan nada marah Ferdy Sambo memerintahkan Bharada E untuk menembak Yosua.

“Kau tembak! Kau tembak cepat! Cepat kau tembak!,” Bharada E menirukan perintah Sambo saat itu.

Akhirnya saat itu Bharada E langsung mengeluarkan senjata dan menembak Yosua dengan jarak sekitar 2 meter. Richard juga mengaku sempat menutup mata saat menembak Yosua.

Sebelumnya diungkap Richard Eliezer, saat Yosua didorong oleh Ferdy Sambo, Yosua merasa kebingungan dan bertanya ada apa.

Namun Ferdy Sambo tetap menyuruhnya untuk berlutut. Posisi Yosua saat itu masih setengah berdiri agak turun dengan kedua tangan didada telapak tangan menghadap kedepan.

Baca Juga: Bharada E Menyesal, Ungkap Skenario Ferdy Sambo: Sejak Awal ...

Lalu saat itulah Bharada E menembak Yosua sebanyak 3 sampai 4 kali tembakan.

Eliezer mengaku berhadapan dengan Yosua saat menembak namun sudah tidak tahu ke arah mana tembakannya ke tubuh Yosua.

Setelah itu tubuh Yosua jatuh tersungkur ke lantai sambil mengerang kesakitan. Namun Ferdy Sambo saat itu diceritakan Bharada E maju dan ikut menembak Yosua.

“Pas almarhum jatuh, FS langsung maju yang Mulia, saya lihat dia langsung pegang senjata. Dan dia kokang senjata dahulu. Baru diarahkan ke arah almarhum dan dia ada sempat tembak yang Mulia,” ucap Bharada E dengan nada bergetar seperti hendak menangis.

Namun ketika majelis hakim bertanya jumlah tembakan FS, Bharada E mengaku sudah tidak ingat.***

Reporter Rosandra Gisca Andyna
Editor Tedi Rukmana