AYOJAKARTA.COM----Bripka Danu Fajar Subekti merupakan anggota Inafis Polres Metro Jakarta Selatan.
Danu Fajar adalah orang yang melakukan olah TKP di kediaman Ferdy Sambo usai insiden tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J terjadi.
Danu Fajar mengungkap kondisi jasad Yosua saat melihatnya pertama kali, dan mengatakan kejanggalan-kejanggalan pada tubuh korban.
Baca Juga: Jeritan Anak Buah Kepada Ferdy Sambo: Kenapa Kami Harus Dikorbankan, Kata Ridwan Soplanit
Dilansir AyoJakarta dari kanal YouTube metrotvnews, Danu Fajar menyatakan kesaksian terkait temuan yang ada di jasad Brigadir J.
Hal yang disampaikannya saat dihadirkan menjadi saksi dalam sidang kasus Ferdy Sambo di PN Jakarta Selatan, Selasa (29/11/2022).
"Apakah saudara mengalami penekanan saat sedang indentifikasi di TKP?" tanya Majelis Hakim kepada Danu.
Danu Fajar lalu menjawab, bahwa tidak ada penekanan saat identifikasi di TKP, hanya saja merasa seperti diawasi dan tidak bebas.
Lalu Hakim menunjukkan sebuah foto jenazah (Brigadir J), dan bertanya kembali pada Danu Fajar yang ditemukannya waktu itu.
"Saya temukan 10 selongsong sama 3 proyektil, dan 4 serpihan Yang Mulia," sebut Danu Fajar.
Bripka Danu juga menyebutkan beberapa titik luka pada tubuh korban pembunuhan tersebut.
"Untuk pemeriksaan saya, saya temukan satu lubang di dada, sama luka robek di kelingking sebelah kiri dan jari manis sebelah kiri," jelas Danu Fajar.
Baca Juga: Ungkap Keanehan di Sidang, Ronny Talapessy Bongkar Hal yang Belum Pernah Dibahas Soal CCTV Ini!
"Sama di hidung dan di bibir sebelah kiri," tambahnya.
Danu Fajar merupakan orang yang pertama kali menyentuh jenazah Yosua.
Majelis Hakim pun bertanya terkait kejanggalan yang dirasakan Danu Fajar saat mengidentifikasi mayat Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Danu Fajar mengungkapkan beberapa kejanggalan yang dirasakannya.
Pertama saat membalikkan badan jenazah, dirinya melihat wajah Yosua tertutup masker.
Sontak hal itu membuatnya bingung, selain tidak mengetahui identitas korban, Danu juga mengira bahwa korban meninggal karena sakit.
Pasalnya Danu Fajar juga tak mengetahui peristiwa awal hingga sebabkan Brigadir J tewas.
"Karena saya tidak tahu ini kejadian tembak-menembak atau mayat sakit. Begitu saya dapat info, itu tembak-menembak. Begitu saya balikkan, kok pakai masker, sontak saya kaget," Ujar Danu Fajar.
Baca Juga: Terungkap! Ridwan Soplanit Bongkar Fakta Baru Tentang Kondisi Jasad Brigadir J
Kejanggalan selanjutnya, Danu mengungkapkan tidak ditemukannya barang-barang korban di TKP.
Kemudian, tidak adanya ceceran darah dari korban saat pertama kali ditembak, genangan darah hanya di 1 titik yaitu di bawah tubuh jenazah.***