AYOJAKARTA.COM - Kasus pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo masih terus bergulir.
Dari satu sidang ke sidang yang lain, terus dilakukan penyelidikan untuk mengusut kasus Ferdy Sambo yang menewaskan Brigadir J.
Dalam sidang kasus Ferdy Sambo tersebut menghadirkan saksi-saksi untuk membantu pengusutan.
Melansir dari kanal YouTube KOMPASTV, menampilkan salah satu anggota tim identifikasi yang bersaksi terkait jenazah Brigadir J.
Sidang tersebut dilakukan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin, (21/11/2022).
Hal itu disampaikan oleh Bripka Danu Faja Subekti, dirinya menyampaikan adanya kejanggalan saat menangani jenazah Joshua.
Saat dirinya membalikkan posisi badan Joshua, terlihat korban memakai masker pada wajahnya.
Dan karena itulah yang membuat Bripka Danu merasa ada sesuatu yang aneh.
"Sempat curiga kok aneh, kok pakai masker (Brigadir J) itu Yang Mulia," ucap Bripka Danu.
Dirinya mengungkapkan bahwa telah bertanya kepada atasannya yang pada saat itu juga berada di tempat kejadian.
Baca Juga: Antara Richard Eliezer dan Ferdy Sambo, Ronny Talapessy Sebut Gajah Lawan Semut, Kenapa?
"Saya sempat pas itu ada Kasat Reskrim juga sempat saya bilang (Ndan, mohon izin korban pakai masker) saya gituin," terang Bripka Danu pada Hakim saat persidangan.
Akan tetapi dirinya tidak mendapat respon dari atasannya tersebut.
"Pada saat itu pada diam semua, gak ada yang ngomong Yang Mulia," ungkapnya dengan keheranan.
Lalu hakim menyebutkan bahwa dengan pangkat Danu seorang Bripka dan atasannya yang seorang AKBP, menyebabkan Danu tidak merasakan adanya tekanan besar.
"Tadi saksi menjelaskan saat pada waktu olah identifikasi pertama, saudara Kasat Reskrim sudah merasakan tekanan besar yang luar biasa," ucap Hakim.
Baca Juga: Link Live Streaming Piala Dunia 2022 Argentina Vs Arab Saudi Sore Ini Pukul 16.30, Tonton di Sini
"Sehingga dia tidak tahu apa yang harus disampaikan, tetapi saudara tidak merasakan adanya tekanan itu kan?" lanjut sang Hakim.
"Karena level saudara terlalu jauh," tambahnya.
Menurut Hakim, Kasat Reskrim yang tidak menyadari adanya kejanggalan tersebut berdampak fatal.
Karena atas hal itulah, Kasat Reskrim dianggap tidak profesional oleh Mabes Polri.***

Share this article
Hal itu disampaikan oleh Bripka Danu Faja Subekti, dirinya menyampaikan adanya kejanggalan saat menangani jenazah Joshua.