Nasional

Profiling Brigadir J Gagal, Irma Hutabarat: Mending Febri Suruh Ferdy Sambo Pura-Pura Gila Saja!

Oleh: Rosandra Gisca Andyna Minggu 20 Nov 2022, 12:35 WIB
Irma Hutabarat dan Kamaruddin Simanjutak berbincang di podcast.

AYOJAKARTA.COM – Kasus pembunuhan Brigadir J membuat Irma Hutabarat turut memantau dan mengkritik keras apa yang dilakukan pihak Ferdy Sambo.

Irma Hutabarat diketahui sangat gencar menyuarakan terkait cara penyelesaian kasus pembunuhan Brigadir J yang dilakukan oleh Ferdy Sambo cs.

Seperti baru-baru ini, Irma menunggah video YouTube pribadinya di akun Irma Hutabarat – Horas Inang dengan judul "Ketimbang Bohong Terus ! Mending Febri Suruh FS Pura Pura Gila Saja! Kamarudin Is Back!", Sabtu, 19 November 2022.

Baca Juga: Barang Bukti Senjata Tak Pernah Terlihat, Irma Hutabarat Menaruh Curiga Terhadap Pihak Kepolisian

Tak sendirian, Irma Hutabarat menghadirkan Kamaruddin Simanjuntak selaku kuasa hukum keluarga Brigadir J untuk menjadi narasumber pada podcast miliknya.

Irma dan Kamaruddin lagi-lagi membahas profiling yang dilakukan pihak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi kepada Brigadir J.

Menurutnya, begitu banyak profiling negatif yang dilontarkan pihak Ferdy dan Putri yang sebenarnya tidak mendasar dan tidak masuk akal.

Baca Juga: Tak Terima Profil Psikologi Brigadir J Harus Diulik, Irma Hutabarat : Kepribadian Febri Diansyah Harus Digali

Termasuk para saksi ART, ajudan hingga penjaga keamanan yang diduga oleh Irma dan Kamarudiin jika mereka sudah masuk dalam skenario Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Mulai dari profiling sifat yang suka marah dan temperamental, kepribadian ganda, hingga sering pergi ke klub malam menghabiskan belasan juta dan bermain wanita.

Kata dia, semua itu sudah terpatahkan dengan fakta-fakta di lapangan. Seperti Brigadir J yang diketahui pendapatannya tidak seberapa, tidak mungkin menghabiskan uang belasan juta setiap minggu untuk ke hiburan malam. Ataupun Brigadir J yang diduga suka bermain wanita, dan ada wanita lain selain Vera.

Baca Juga: Skenario Busuk Ferdy Sambo-Putri Candrawathi Dibongkar Habis Irma Hutabarat: Ada Chat Briefing Para Ajudan

Namun lagi-lagi terbantahkan karena beberapa hari sebelum kejadian naas itu terjadi, Brigadir J diketahui menghubungi sang kekasih Vera untuk curhat hingga menangis bersama, lanjutnya.

Kamaruddin dalam podcast Irma Hutabarat juga menganggap jika para ART tidak berhak menilai ajudan, yang seharusnya dan berhak menilai adalah atasannya yaitu sang jenderal.

Apalagi tuduhan pelecehan seksual yang dilontarkan Febri Diansyah dengan menggebu-gebu, padahal sudah ada keputusan jika tuduhan tersebut sudah dilakukan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan).

Jika memang mereka tidak terima, menurutnya, harusnya pihak Putri Candrawathi mengajukan pra peradilan kalau memang merasa tidak puas dengan SP3 di Duren Tiga waktu lalu.

Baca Juga: Jawaban 'Siap Ndan' dan 'Saya Lupa' ART Susi Diduga Sudah Skenario, Irma Hutabarat: Bikin Hakim Naik Darah

Menurut Irma Hutabarat apa yang dilakukan Ferdy Sambo lebih terlihat ciri-ciri psikopat, karena ada tiga ciri-ciri psikopat dan semuanya ada di Ferdy Sambo.

Orang yang suka manipulatif, tidak pernah merasa bersalah, selalu merasa lebih mulia dan lebih tinggi dari siapapun itu adalah tiga ciri utama dari seorang psikopat.

Lebih lanjut, dia juga mengatakan begitu banyak kebohongan dan skenario yang dijalan oleh pihak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi apalagi terkait pelecehan seksual yang terjadi di Magelang seperti yang dilontarkan Febri Diansyah.

Menurut Irma, yang dilakukan Febri Diansyah adalah dugaan tanpa bukti yang fakta.

Menurut Kamaruddin, dirinya menduga Ferdy Sambo ataupun Putri Candrawathi kemungkinan menggunakan obat-obatan terlarang dan psikotropika sehingga selalu berhalusinasi.

Baca Juga: Kritik Hakim Kasus Ferdy Sambo yang Kurang Tegas, Irma Hutabarat: Jangan Hanya Menggertak!

Menutupi kebohongan satu dengan kebohongan yang lain, yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya.

Sidang lanjutan Ferdy Sambo dan terdakwa lain akan mulai kembali digelar besok Senin, 21 November 2022, dengan urutan sesuai jadwal yang sudah ditentukan.***

Reporter Rosandra Gisca Andyna
Editor Tedi Rukmana