Tak Terima Profil Psikologi Brigadir J Harus Diulik, Irma Hutabarat : Kepribadian Febri Diansyah Harus Digali

Tak Terima Profil Psikologi Brigadir J Harus Diulik, Irma Hutabarat Sebut Kepribadian Febri Diansyah Harus Digali
Tak Terima Profil Psikologi Brigadir J Harus Diulik, Irma Hutabarat Sebut Kepribadian Febri Diansyah Harus Digali

AYOJAKARTA.COM – Beberapa waktu lalu pengacara Putri Candrawathi yakni Febri Diansyah sempat menjadi sorotan publik.

Pasalnya dalam persidangan kasus pembunuhan Brigadir J, Febri Diansyah melontarkan pernyataan yang menggemparkan.

Febri Diansyah menyebut bahwa Brigadir J memiliki kepribadian ganda.

Baca Juga: Brigadir J Disebut Sering Dugem, Martin Simanjuntak: Kalo Pergi Siapa Yang Jaga Rumah?

Pernyataan Febri Diansyah tersebut menimbulkan reaksi dari berbagai pihak.

Bahkan, aktivis Irma Hutabarat memberikan tanggapan terhadap pernyataan Febri Diansyah.

Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Uya Kuya TV, Irma Hutabarat mengatakan bahwa pernyataan yang dilontarkan oleh Febri Diansyah adalah opini.

“Seolah-olah ada opini lagi bahwa kepribadian ganda, ada opini lagi bahwa Yoshua suka pergi ke klub malam. Emang kenapa kalo pergi ke klub malam?” katanya.

Baca Juga: Martin Simanjuntak Beri Jawaban Menohok Usai Brigadir J Dituding Temperamen Hingga Kepribadian Ganda

“Kalau kau suka karaoke terus kau boleh dibunuh?” sambungnya.

Selain itu, Irma Hutabarat juga menanggapi pernyataan Febri Diansyah yang menyebut psikologi Brigadir J penting untuk digali.

Irma Hutabarat menegaskan bahwa psikologi yang seharusnya penting untuk digali adalah psikologi Ferdy Sambo.

“Nah saya mau bilang sama Febri, profil dan kepribadian Sambo lebih penting lagi untuk digali karena dia pelaku, jangan menggali-gali korban yang sudah mati,” tegasnya.

Baca Juga: Kamaruddin Simanjuntak Menepis Jurus Kriminalisasi Ferdy Sambo : Tes Dulu Darah dan Rambutnya!  

“Kalau kau gali pun, kalau dia salah pun, kau mau hukum mati dia sudah mati kok. Nah ini yang masih hidup nih yang harus digali kepribadiannya,” tambahnya.

Menurut Irma Hutabarat, sosok yang kepribadiannya harus digali adalah Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dan juga Febri Diansyah.

Irma menyebut bahwa Febri Diansyah melakukan pengalihan motif yang picik.

“Picik lah, karena apa, menyerang kehormatan orang yang sudah mati itu ada pasalnya, kau tidak boleh orang yang sudah mati pun juga harus dijaga kehormatannya, kenapa? Karena dia tidak bisa bela diri, karena kau tidak boleh mengatakan sesuatu tanpa bukti dan fakta,” sebutnya.

Baca Juga: CEK FAKTA : Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Ricky Rizal, dan Kuat Maruf Mengkonsumsi Psikotropika

“Kalo dia bilang oh suka pergi karaoke, itu kan asumsi, jadinya opini, ada fakta dia suka pergi karaoke tetapi apakah semua orang yang suka karaoke boleh dibunuh? Itu kan jadi ga masuk akal,” imbuhnya.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Yoshua
# Febri Diansyah
# Irma Hutabarat
# Brigadir J
# kepribadian
# Psikologi

News Update

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.