Nasional

Terungkap, Kedekatan Bharada E dengan Brigadir J Sebelum Ferdy Sambo Perintahkan Richard Tembak Yosua

Oleh: Admin Jumat 18 Nov 2022, 07:07 WIB
Ferdy Sambo atau Bharada E, Siapa Penyebab Kematian Brigadir J Sebenarnya?

AYOJAKARTA.COMRichard Eliezer, sering disingkat dengan sebutan Bhayangkara Dua atau Bharada E pasti tidak akan pernah membayangkan harus duduk di kursi terdakwa ruang pengadilan.

Dia seorang polisi yang seharusnya membawa orang ke pengadilan untuk menjalani sidang, bukan sebaliknya. Apalagi, niatan Richard Eliezer untuk menjadi polisi begitu tinggi.

Hal itu tergambar dari semangat Richard Eliezer sehingga harus empat kali mengikuti tes baru bisa  lolos pendidikan polisi.

Yang pasti lebih tidak terbayangkan oleh Bharada E dia harus duduk di kursi terdakwa perkara pembunuhan berencana yang hukuman paling maksimalnya bisa berujung pada hukuman mati.

Lebih mengenaskan lagi, Bharada E harus membunuh dengan cara menembakkan pistol dengan korban yang adalah teman baiknya sendiri, Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

BripBaca Juga: Terpopuler! Bripka RR Ungkap Fakta Lain Tentang Ferdy Sambo, Ternyata Oh Ternyata...

Baca Juga: CEK FAKTA: Bharada E Mengaku Yosua Hadir di Mimpi, Kalau Arwah Brigadir J Hadir di Sidang Mah Hoaks

Adalah Ferdy Sambo, jenderal bintang dua, yang memerintahkan Richard Eliezer untuk menembak Brigadir J di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri itu yang berada di Duren Tiga, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Peristiwa itu terjadi pada 8 Juli 2022.

Selain menjadi terdakwa dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Yosua, Bharada E menyandang status sebagai justice collaborator yang berikan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Ada empat orang lagi terdakwa perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir yakni pasangan suami isteri Ferdy Sambo (FS) dan Putri Candrawathi, Bripka Ricky Rizal atau RR, serta Kuat Ma’ruf, supir sekaligus asisten rumah tangga (ART) di keluarga FS.

Lantas bagaimana kedekatan Bharada E dan mendiang Yosua alias Brigadir J?

Pengacara Richard, Ronny Talapessy, mengungkapkan hubungan baik antara Richard Eliezer dan Yosua dalam wawancaranya bersama Budiman Tanuredjo dalam acara Back to BDM yang tayang di Kompas TV, 12 November 2022.

Dalam wawancara itu, Ronnya Talapessy menjelaskan kondisi Richard Eliezer dari awal terjadinya peristiwa di Duren Tiga pada 8 Juli 2022.

Baca Juga: Ustad Adi Hidayat Beberkan Rumus Gampang Agar Rezeki Terus Bertambah Menurut Al Quran

Baca Juga: 10 Pesan Cinta Kiai Maimoen Zubair: Nomor 7 Jangan Bersedih Kata Mbah Moen

Setelah peristiwa pembunuhan terhadap Brigadir J, berkembang skenario yang disusun oleh Ferdy Sambo yang saat itu masih menjabat Kadiv Propam. Dalam skenario awal disusunlah cerita bahwa terjadi tembak menembak antara Bharada E dan Brigadir J atau Yosua.

Namun semua skenario Ferdy Sambo dkk berantakan salah satunya karena Bharada E atau  Richard akhirnya buka suara tentang kejadian sebenarnya yang mengakibatkan Yosus tewas.

Dengan pangkat terendah di kepolisian, Bhayangkara Dua atau Bharada, Richard akhirnya berani melawan mantan komandannya, Ferdy Sambo, yang berpangkat jenderal bintang dua.

“Waktu masih skenario awal, Richard masih dijaga sama Ferdy Sambo. Kemudian waktu menghadap Kapolr, Richard masuk ke dalam ketemu Kapolri, di luar… di depan pintu ada Ferdy Sambo. Dari depan saja… dia sudah diintimidasi,” kata Ronny Talapessy.

Saat itu, kata Ronny Talapessy, Richard mendapat tekanan agar menyampaikan sesuatu sesuai dengan skenario awal versi Ferdy Sambo dkk.

“Jadi ada rasa ketakutan dari RIchard. Jadi dia sempat hubungi keluarga, papa mamanya, hubungi pacarnya. ‘Kalau terjadi apa-apa dengan saya, sudah ikhlaskan saya. Gak usah cari lagi. Kalau ada apa-apa gak usah cari saya lagi’,” katanya.

Selanjutnya, menurut Ronny Talapessy, Richard mengakui semua perbuatannya sebagai bentuk rasa bersalah terhadap mendiang Yosua alias Brigadir J.

Baca Juga: Pelaku Pencabulan Santriwati Mas Bechi Divonis 7 Tahun Penjara, Ibu: Pengadilan Ini Ulahnya Jin Tomang!

Baca Juga: Usia Anda Sudah Memasuki 40 Tahun? Hati-hati Kalau Belum Punya 5 Hal Ini Kata Ustad Adi Hidayat

“Mengenai perbuatannya, dia sampaikan, ‘saya mengaku semua. Ini bagian dari rasa penebusan dosa saya terhadap almarhum Yosua dan keluarganya. Saya harus berkata jujur’,” kata Ronny Talapessy mengutip omongan Bharada E.

Menurut Ronny, Richard mengaku kerap didatangi oleh Brigadir J dalam mimpinya. “Setiap malam dia mimpiin almarhum Yosua. Didatangin. Dimimpiin. Dia selalu didatangi Yosua.”

Baru dalam pertemuaan kedua dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Richard berkata jujur.

“(Setelah ada) pengakuan, bermimpi sama almarhum Yosua. Dan hati kecil dia berkata ‘ini tidak benar’. Karena kenapa, alhmarhum Yosua inikan teman (Richard),” ungkap Ronny.

Bharada E, menurut Ronny Talapessy, punya hubungan bagus dan menyebut Brigadir J sebagai sosok yang baik.

“Dia setiap hari bertemu dengan Yosua dan bilang Brigadir J orang baik. Satu bulan terakhir ini, (mereka) satu kamar tidur. Jadi secara personal tidak masalah. Itu yang membuat Richard merasa ‘ini ada yang tidak benar, maka saya harus ungkapkan itu’,” kata Ronny Talapessy.

Reporter Admin
Editor Eries Adlin