Nasional

Harian Covid-19 di Indonesia Turun Drastis! Nyaris ke Angka 2 Ribuan Kasus (Update 26 Oktober 2020)

Oleh: Admin Senin 26 Okt 2020, 15:53 WIB
Update Corona Indonesia (dok)

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Kasus harian positif Covid-19 di Indonesia turun di bawah 4 ribu kasus. Hari ini, Senin (26/10/2020), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada penambahan sebanyak 3.222 kasus kasus positif Covid-19 di Indonesia.

Penambahan hari ini menjadikan total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia mencapai 392.934 kasus. Angka itu termasuk 61.851 kasus aktif dengan pengurangan 798 kasus, 317.672 kasus sembuh dengan penambahan 3.908 kasus yang berhasil disembuhkan, serta 12.411 kasus meninggal dunia dengan penambahan 112 kasus meninggal.

Kasus hari ini merupakan yang terendah sejak Indonesia pertama kali mencatatkan kasus harian sebanyak 4 ribuan kasus pada 19 September 2020. Untuk kasus tertinggi terjadi pada 8 Oktober yaitu 4.850 kasus.

Untuk wilayah DKI Jakarta, hingga berita ini diturunkan, Kementerian Kesehatan belum menginformasikan kasus per provinsinya.

Berikut Ayojakarta rangkum kasus harian Covid-19 secara nasional selama sepekan belakang, yang bersumber dari covid19.go.id:

AYO BACA : VAKSIN COVID-19: Alami Demam Setelah Vaksinasi Dianggap Wajar. Cek Faktanya Disini!

20 Oktober: 3.601 kasus

21 Oktober: 4.267 kasus

22 Oktober: 4.432 kasus

23 Oktober: 4.369 kasus

24 Oktober: 4.070 kasus

AYO BACA : VAKSIN COVID-19: Warga yang Menolak Divaksin akan Didenda

25 Oktober: 3.732 kasus

26 Oktober: 3.222 kasus

Berbagai upaya dari pemerintah pusat hingga tingkat daerah sudah dilaksanakan hingga pemberian sanksi kepada para pelanggar protokol kesehatan. Saat ini, pemerintah sedang disibukkan dalam pengembangan vaksin, baik vaksin mandiri bernama Vaksin Merah Putih maupun kerja sama dengan negara lain.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartanto, membeberkan beberapa roadmap pemerintah terkait vaksinasi Covid-19 di Indonesia yang rencananya mulai dilakukan pada November dan Desember 2020. Dia mengatakan bahwa beberapa daerah di Indonesia kemungkinan akan mendapatkan prioritas vaksin.

Daerah-daerah tersebut merupakan daerah zona merah dengan tingkat penularan yang besar. Airlangga menyebut daerah seperti Sumatera Utara, Aceh, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua, dan Papua Barat, akan mendapatkan prioritas vaksinasi.

“Itu nanti akan dievaluasi juga nanti terkait efektivitasnya,” jelasnya dalam pernyataan persnya, Kamis (22/10/2020). 

AYO BACA : Kamis, Simulasi Penyuntikkan Vaksin untuk Warga Jabar Dilakukan di Depok

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono