Nasional

100 Ribu Pertama Kasus Covid-19 Butuh 5 Bulan, 100 Ribu Kedua Cuma Butuh 1,5 bulan!

Oleh: Admin Senin 07 Sep 2020, 09:42 WIB
Ilustrasi

 

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Sampai dengan pukul 12.00 WIB kemarin (6 September 2020), total konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 194.109 kasus. Kalau melihat kecenderungan lima hari terakhir, pekan ini, hampir pasti angka tersebut bisa menembus level 200 ribuan kasus.

Pasalnya, selama 5 hari berturut-turut, penambahan kasus harian Covid-19 di Tanah Air selalu di atas angka 3 ribuan. Dimulai pada 2 September sebanyak 3.075 kasus, 3 September sebanyak 3.622 kasus sekaligus rekor tertinggi sejak pasien pertama diumumkan pemerintah pada 2 Maret, 4 September 3.269 kasus, 5 September sebanyak 3.128 kasus, dan terakhir 6 September 3.444 kasus.

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Di Balik Lelaki Sukses, Ada…?

Kalau melihat data yang dilansir laman resmi penangangan Covid-19 yang dibangun pemerintah pusat, covid19.go.id, terjadi percepatan penambahan jumlah untuk mencapai angka 100 ribu kasus. Jumlah kasus 100 ribu pertama sejak 2 Maret ketika pasien pertama diumumkan pemerintah pusat sampai 27 Juli ketika angka akumulasi mencapai 100.303 kasus, membutuhkan waktu sekitar lima bulan.

Percepatan penambahan dapat kita lihat dalam penambahan 100 ribu kasus kedua. Dari 28 Juli sampai pekan kedua September jumlah konfirmasi positif Covid-19 di Tanah Air hampir pasti menembus angka 200 ribu. Artinya, hanya butuh waktu 1,5 bulan untuk menambah jumlah sebanyak 100 ribu kasus.

Tentu data-data di atas tidak bisa langsung disimpulkan bahwa terjadi percepatan lebih dari 3 kali lipat dalam penambahan kasus harian Covid-19 dalam hitungan 100 ribu kasus. Penambahan jumlah pemeriksaan spesimen dan uji polymerase chain reaction yang sudah ditingkatkan oleh pemerintah dapat berdampak terhadap peningkatan jumlah orang terkonfirmasi positif Covid-19.

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Kuburan di Depan Rumah & Cerita Tentang Drakula

Sementara itu, data pasien sembuh pada Minggu, 6 September 2020, bertambah sebanyak 2.174 kasus. Total kini mencapai 138.575 kasus.  Jumlah kesembuhan harian tertinggi berada di DKI Jakarta dengan 801 kasus dan totalnya mencapai 34.792 kasus. Setelahnya, Jawa Timur mencatatkan kesembuhan harian sebanyak 364 kasus dengan total 28.044 kasus. Dan Jawa Tengah menambahkan 184 kasus dengan total menjadi 10.018 kasus.

Dari sisi penambahan kasus positif baru, kemarin ada 3.444 kasus dan jumlah kumulatifnya menjadi 194.109 kasus. Jumlah kasus aktif per kemarin sejumlah 47.509 kasus. Penambahan terbanyak di DKI Jakarta dengan 1.176 kasus. Total kumulatif menjadi 46.333 kasus. 

Diikuti dengan Jawa Timur dengan jumlah 303 kasus dan total kumulatif menjadi 35.634 kasus. Ketiga terbanyak berada di Sumatera Barat dengan 244 kasus dan kumulatifnya menjadi 2.751 kasus. 

Sementara untuk kasus kematian bertambah sebanyak 85 kasus dan total menembus 8.025 kasus. Penambahan tertinggi kemarin berada di Jawa Timur dengan 30 kasus dan totalnya mencapai 2.545 kasus. 

Penambahan terbanyak kedua dari DKI Jakarta dengan 9 kasus dan totalnya mencapai 1.274 kasus. Terbanyak ketiga dari Jawa Tengah dengan 8 kasus dan totalnya mencapai 1.084 kasus. 

Untuk sebaran wilayah masih terjadi di 34 provinsi dan menjadi 489 kabupaten/kota. Jumlah suspek kemarin ada 89.701 kasus dan 27.979 spesimen.

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Belajar dari Gus Baha dan Anak Tongkrongan

Reporter Admin
Editor Eries Adlin