Nasional

Semarak Hari Santri 2025 dengan 8 Agenda Besar, dari Pesantren untuk Negeri

Oleh: Gita Esa Hafitri Jumat 19 Sep 2025, 14:36 WIB
Semarak Hari Santri 2025 dengan 8 Agenda Besar, dari Pesantren untuk Negeri

AYOJAKARTA.COM -- Kementerian Agama kembali menggelar rangkaian Hari Santri 2025 dengan tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”.

Tahun ini menjadi istimewa karena menandai satu dekade pengakuan negara terhadap kiprah santri dalam perjalanan sejarah bangsa.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amin Suyitno, menegaskan bahwa Hari Santri tidak boleh dimaknai sebagai acara seremonial semata.

“Hari Santri adalah langkah strategis untuk memperkuat peran santri dalam memberi kontribusi nyata bagi bangsa,” ujarnya di Jakarta, Jumat, 19 September 2025.

Rangkaian akan dibuka dengan Ithlaq atau Kick Off di Pesantren Tebuireng, Jombang, pada 22 September 2025.

Acara dilanjutkan dengan halaqah nasional di Ma’had Aly Hasyim Asy’ari sebagai ruang diskusi ilmiah tentang peran santri menghadapi tantangan zaman.

Hari Santri 2025 juga menghadirkan program konkret yang digagas Presiden Prabowo, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Kegiatan ini menyasar pesantren di wilayah Jombang sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kesehatan dan ketahanan gizi masyarakat.

Menurut Amin Suyitno, program ini menegaskan bahwa pesantren tidak hanya menjadi benteng moral, tetapi juga garda depan dalam isu kesehatan publik.

“Pesantren siap memberi kontribusi nyata bagi bangsa, tidak hanya di bidang keagamaan, tetapi juga kesehatan dan gizi,” tegasnya.

Isu lingkungan menjadi perhatian besar dalam Hari Santri 2025. Melalui Gerakan Ekoteologi Satu Santri Satu Pohon, jutaan santri akan menanam pohon serentak di 100 titik pada 34 provinsi.

Program ini bukan sekadar kampanye hijau, melainkan penegasan bahwa kepedulian lingkungan adalah bagian dari iman.

“Santri bukan hanya bicara agama, tapi juga memberikan jawaban atas isu lingkungan, kesehatan, dan kemandirian bangsa,” ungkap Suyitno.

Selain gerakan hijau, Hari Santri juga menghadirkan edukasi gaya hidup berkelanjutan melalui praktik decluttering dan konsep zero waste.

Kegiatan ini mengajarkan santri dan masyarakat untuk hidup lebih tertata, mengurangi sampah plastik, serta menumbuhkan kesadaran pentingnya pola hidup minimalis.

Santri diharapkan menjadi pionir perubahan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan, selaras dengan misi menjaga bumi sekaligus meningkatkan kualitas hidup.

Direktur Pesantren, Basnang Said, menambahkan bahwa pesantren kini telah berkembang menjadi pusat pemberdayaan ekonomi.

Melalui Expo Kemandirian Pesantren dan Pesantren Award 2025, santri menunjukkan diri sebagai pelaku usaha kreatif yang berdaya saing.

“Pesantren bukan lagi objek bantuan, melainkan subjek pembangunan. Santri siap menjadi pelaku usaha yang inovatif dan mandiri,” tegas Basnang.

Staf Khusus Menteri Agama, Ismail Cawidu, menyebut pesantren kini memiliki peran strategis sebagai pusat peradaban dan motor penggerak wisata religi.

Dengan lebih dari 42 ribu pesantren di Indonesia, kontribusinya dalam menjaga kebudayaan, ekonomi, dan spiritual masyarakat semakin nyata.

“Hari Santri adalah momentum agar pesantren terus eksis, memperluas jejaring, dan tampil di ruang publik, baik nasional maupun global,” ujar Ismail.

Rangkaian acara akan ditutup dengan Malam Bakti Santri untuk Negeri di TMII Jakarta pada 25 Oktober 2025.

Presiden RI dijadwalkan hadir dan memberikan dukungan keekonomian bagi pesantren, sebagai hadiah sepuluh tahun peringatan Hari Santri.

Hari Santri 2025 dikemas dalam Astahasa, delapan agenda besar yang mencerminkan nilai perjuangan dan kontribusi santri bagi bangsa:

1. Ithlaq Hari Santri – 22 September 2025, Tebuireng Jombang

2. Halaqah Astalokha – 22 September–20 Oktober 2025, di delapan titik strategis nasional

3. MQK Internasional – 1–7 Oktober 2025, Pesantren As’adiyah, Sengkang, Sulawesi Selatan

4. Gerakan Ekoteologi Satu Santri Satu Pohon – 2 Oktober 2025, di 100 titik pada 34 provinsi

5. Expo Kemandirian Pesantren – 2–7 Oktober 2025, Sengkang Wajo & PTKIN seluruh Indonesia

6. Pesantren Award 2025 – 20 Oktober 2025, Auditorium HM Rasjidi, Kemenag

7. Doa Santri untuk Negeri – 21 Oktober 2025, Masjid Istiqlal & daring serentak di 34 provinsi

8. Malam Bakti Santri untuk Negeri Bersama Presiden RI – 25 Oktober 2025, TMII Jakarta

Reporter Gita Esa Hafitri
Editor Gita Esa Hafitri