AYOJAKARTA.COM - Nama Ferry Irwandi kembali jadi sorotan publik usai dituding menyebarkan poster provokatif terkait kasus para pendemo yang hilang.
Tuduhan itu muncul setelah sebuah akun Instagram mengomentari langkah Ferry Irwandi dan koleganya dalam mengangkat isu hilangnya warga pascakericuhan di Kwitang, Jakarta Pusat.
“Bagaimana pertanggungjawaban Ferry dkk setelah menyebar poster orang hilang?? (Yang ternyata nggak hilang, melainkan lagi memantau). Pastinya Ferry dkk lepas tanganlah,” tulis akun @manusia._.biasa_.
Menanggapi hal itu, Ferry membantah keras tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa informasi yang disebarkan tidak bisa dianggap fitnah karena keluarga korban, KontraS, bahkan kepolisian sempat melakukan pencarian.
“Kalau disebut gak hilang, antum nyalahin polisi dong. Dia ditemukan setelah dua minggu lebih tidak bisa dihubungi,” jelasnya melalui unggahan di Instagram.
Ferry juga menilai tudingan yang diarahkan kepadanya hanyalah upaya untuk memojokkan dirinya, KontraS, serta media yang ikut mengawal isu ini.
“Orang bahu membahu nyari orang hilang, mereka bahu membahu nyerang orang. Itu celahnya gampang banget dipatahin kalau modal nyerangnya cuma poster KontraS,” tambahnya.
Baca Juga: Bangga! 1.618 Lansia Resmi Diwisuda Setelah 10 Bulan belajar di Sekolah Lansia
Bima Ditemukan, Dua Orang Masih Hilang
Kasus orang hilang di Kwitang sendiri mendapat perkembangan terbaru. Bima Permana Putra, yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak 29 Agustus 2025, berhasil ditemukan pada 17 September 2025 di Klenteng Eng Ang Kiong, Malang, Jawa Timur. Ia diketahui sempat berjualan mainan barongsai di lokasi tersebut.
Meski penemuan Bima membawa kelegaan, dua orang lainnya, yakni M. Farhan Hamid dan Reno Syahputradewo, masih belum ditemukan hingga kini.
Keduanya terakhir terlihat di sekitar Brimob Kwitang pada hari yang sama dengan hilangnya Bima. Ferry mengingatkan agar kabar baik ini tidak menutup perhatian publik pada korban lain.
Baca Juga: BRI Siap Salurkan Pembiayaan UMKM Lewat Dukungan Dana Rp55 Triliun
“Satu orang sudah ditemukan, semoga ada kabar baik untuk dua orang yang masih hilang,” tulisnya. Selain menyoroti kasus orang hilang, Ferry juga menyinggung nasib ratusan demonstran yang masih ditahan.
Menurutnya, sebagian besar tidak melakukan tindak pidana serius, hanya menyuarakan aspirasi. Karena itu, ia mendesak agar aparat membebaskan mereka yang tidak bersalah.
Ferry menekankan pentingnya transparansi dan komitmen pemerintah terhadap janji reformasi. Kasus hilangnya warga sipil di Kwitang, termasuk Farhan dan Reno, menjadi pengingat bahwa perlindungan hak asasi manusia harus tetap menjadi prioritas negara.***

Share this article
Ferry Irwandi bantah tudingan sebar poster provokatif soal pendemo hilang. Bima ditemukan di Malang, namun Farhan dan Reno masih hilang. Ferry desak pemerintah serius jaga HAM dan bebaskan demonstran.