AYOJAKARTA.COM - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU Shell dalam sebulan terakhir memicu keresahan publik.
Banyak pengguna mengeluhkan sulitnya menemukan stok BBM, terutama jenis Super dan V-Power, yang hanya tersedia di beberapa titik di Jabodetabek.
Kondisi ini terjadi setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan tidak akan menambah kuota impor untuk SPBU swasta, termasuk Shell dan BP-AKR. Menurut Bahlil, pemerintah sudah memberi tambahan kuota impor 10 persen untuk tahun ini.
Baca Juga: Denny Sumargo Siap Pertemukan Ferry Irwandi dan Gusti Ayu Dewi di Podcast, Bakal Panas Nih?
Jika stok tetap kurang, SPBU swasta disarankan membeli ke Pertamina. Namun, opsi ini memunculkan perdebatan karena dianggap tidak memberi solusi jangka panjang, mengingat banyak konsumen sudah mulai beralih ke Shell akibat skandal BBM oplosan Pertamina pada Maret 2025 lalu.
Dirjen Migas ESDM Laode Sulaeman menambahkan bahwa pihaknya tengah mensinkronkan data antara Pertamina dan SPBU swasta untuk melihat kebutuhan riil.
Meski begitu, hingga kini belum ada pengajuan resmi dari Shell terkait penambahan kuota. Fenomena SPBU kosong ini bahkan menimbulkan pemandangan unik. Di beberapa lokasi, petugas Shell terpaksa menjual kopi karena stok BBM habis.
Selain itu, muncul kabar adanya pemutusan hubungan kerja sebagai dampak dari krisis stok. Meski begitu, Shell memastikan layanan non-BBM tetap berjalan, seperti Shell Select, bengkel, hingga fasilitas pengisian kendaraan listrik Shell Recharge.
Baca Juga: Investor Global Kompak Naikkan Target Price BBRI, Ini Pemicunya
Daftar SPBU yang masih menyediakan BBM Super pun dirilis untuk kawasan Jabodetabek, termasuk Shell Meruya Utara, Shell Fatmawati, Shell Klp Gading, hingga Shell Alam Sutera.
Di tengah kondisi sulit ini, akun resmi Shell Indonesia justru banjir dukungan dari warganet. Sejumlah komentar simpati membanjiri unggahan mereka:
- "Virtual hug dari seluruh Pengguna Shell. Stay strong ya," tulis seorang warganet.
- "SEHAT SEHAT KALIANN DI NEGARA YANG SAKIT," timpal netizen lainnya.
- "Semangat ya Shell, kita jg gamau beralih ke bbm dengan kualitas oplosan kok, kita masih sayang sama mesin kendaraan kita," kata seorang netizen.
Komentar-komentar itu mencerminkan keresahan publik sekaligus loyalitas konsumen. Pasalnya, sebagian besar pengguna masih menaruh kepercayaan pada Shell dibanding Pertamina.
Baca Juga: BNI Jadi Perusahaan dengan Tata Kelola Terbaik Versi IICD
Pengamat energi menilai, persoalan ini tak lepas dari regulasi perizinan yang dianggap timpang antara SPBU swasta dan Pertamina.
Jika tidak segera diselesaikan, krisis pasokan BBM dikhawatirkan akan berdampak pada stabilitas energi nasional dan kepercayaan publik terhadap pemerintah.***
Share this article
BBM Shell langka usai Bahlil enggan tambah kuota impor. Warganet banjiri akun Shell dengan simpati: "Virtual hug", "SEHAT SEHAT KALIANN DI NEGARA YANG SAKIT", hingga dukungan setia.