AYOJAKARTA.COM - Nama Ferry Irwandi dan Gusti Ayu Dewi kembali jadi sorotan publik setelah keduanya terlibat adu argumen panas soal DFK.
Narasi ini pertama kali mencuat ketika Ferry membongkar percakapan di sebuah WhatsApp Grup yang disebut berisi rencana untuk menjatuhkannya.
Bahkan, dalam percakapan itu muncul pula foto senjata api yang menimbulkan pertanyaan serius soal legalitas kepemilikan.
Baca Juga: Ada Tarif Valet, Pansus Perpakiran DPRD DKI Jakarta Siap Berikan Rekomendasi ke Bapemperda
Ferry menyebut ada “orang besar” yang ikut terlibat di balik obrolan tersebut. Namun, tudingan itu langsung dibantah keras oleh Gusti Ayu Dewi. Ia menilai Ferry justru memelintir fakta dan menyebarkan disinformasi.
"Saya tidak akan minta maaf kerana memang saya tidak bersalah. Bukti DFK-nya ada dan bisa diverifikasi dengan Digital Forensik. Kalau saya punya senjata, maka pelurunya huruf A sampai Z. Yang saya tembak hanya hoaks," tulis Gusti Ayu di Instagram (17/9/2025).
Ferry juga sempat balik menyerang dengan menyindir kelompok yang menurutnya melakukan framming dan manipulasi narasi, terutama terkait kasus orang hilang saat demo akhir Agustus 2025.
Ia menegaskan bahwa fakta pencarian korban hilang tidak bisa digugurkan meski akhirnya ditemukan. Selain itu, Ferry juga menjawab pertanyaan warganet tentang cara menghadapi “master DFK”.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Sudah Siapkan Anggaran, Seleksi CPNS 2026 Siap Dibuka
Menurutnya, buzzer yang menyerang di kolom komentar justru bisa meningkatkan interaksi konten. Ia menyarankan untuk tidak terpancing, cukup mengamati, dan menjadikan mereka hiburan semata.
Meski perdebatan masih panas di media sosial, keduanya dijadwalkan bertemu dalam Podcast Denny Sumargo (Densu) pada 27 September 2025. Pertemuan ini diprediksi bakal memanas, mengingat keduanya sama-sama kukuh dengan pendiriannya.
Lalu sebenarnya, apa itu DFK?
DFK adalah singkatan dari Disinformasi, Fitnah, dan Kebencian. Istilah ini menggambarkan tiga hal yang sering muncul di media sosial:
- Disinformasi: Penyebaran informasi palsu atau menyesatkan dengan tujuan manipulasi.
- Fitnah: Tuduhan tidak benar yang merusak reputasi seseorang atau kelompok.
- Kebencian: Narasi yang menyerang agama, ras, atau golongan tertentu untuk memecah belah masyarakat.
Fenomena DFK ini menjadi ancaman nyata di era digital karena mampu menyebar cepat, memengaruhi opini publik, dan menimbulkan konflik.***
Pertemuan Ferry dan Gusti Ayu nanti diharapkan bisa membuka ruang klarifikasi, meski publik tentu tetap menantikan siapa yang sebenarnya lebih bisa membuktikan argumennya.

Share this article
Ferry Irwandi dan Gusti Ayu Dewi ribut soal DFK (Disinformasi, Fitnah, Kebencian). Keduanya saling tuding di media sosial dan akan dipertemukan di Podcast Densu 27 Sept 2025.