Nasional

Bobibos Jadi Magnet Menarik Bagi Negara Asing, Norwegia dan Timor Leste Siap Guyur Investasi dengan Nilai Fantastis

Oleh: Katarina Erlita Rabu 17 Des 2025, 21:31 WIB
Bobibos, Bahan Bakar Ramah Lingkungan. (Sumber: Chat GPT)

AYOJAKARTA.COM - Inovasi bahan bakar nabati berbasis jerami padi bernama Bobibos kembali menyedot perhatian publik. Kali ini bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga dari mancanegara. Norwegia dan Timor Leste disebut siap mengucurkan investasi bernilai besar setelah melihat potensi teknologi energi terbarukan karya anak bangsa tersebut.

Melalui pernyataan resmi yang diunggah di Instagram pada Rabu, 17 Desember 2025, pengelola Bobibos menegaskan bahwa minat negara asing bukan muncul secara tiba-tiba.

Ketertarikan itu lahir dari proses riset panjang, uji laboratorium resmi, serta pembuktian di lapangan yang telah dijalani bertahun-tahun.

Baca Juga: Bobibos Buka Kartu Soal Riset Bertahun-tahun hingga Kini Mulai Dilirik Negara Asing

Pembina Bobibos, Mulyadi, mengungkapkan dalam podcast bersama RRI di Youtube bahwa pada bulan ini pihaknya akan bertemu delegasi dari Norwegia dan Timor Leste.

Bahkan, untuk Timor Leste, Bobibos telah menggelar pertemuan dengan Kepala SKK Migas Timor Leste, Gualdino do Carmo da Silva, pada Rabu pagi, 17 Desember 2025.

Pertemuan lanjutan dijadwalkan berlangsung langsung di Timor Leste. Norwegia sendiri dikenal sebagai salah satu pemimpin global dalam transisi energi bersih.

Meski kaya minyak dan gas, negara tersebut agresif mengembangkan energi terbarukan seperti hidroelektrik, angin lepas pantai, hingga hidrogen bersih.

Baca Juga: Butuh Proses yang Panjang, Bobibos Tak Mau Umbar Janji Instan

Ketertarikan Norwegia dinilai sebagai sinyal kuat bahwa teknologi Bobibos mulai diperhitungkan di peta energi global. Pengelola Bobibos menegaskan bahwa inovasi ini bukan janji instan. Riset dimulai dari skala laboratorium dengan biaya besar dan kegagalan berulang.

Hasilnya, jerami padi yang dikonversi menjadi bahan bakar berhasil lolos uji resmi Lemigas di bawah Kementerian ESDM dengan angka oktan mencapai 98,1. Capaian tersebut menjadi dasar peluncuran awal Bobibos di Jonggol pada 2 November 2025.

Saat ini, Bobibos memasuki tahap pilot project melalui Bobibos Mobile Unit (MBU), yakni truk transformer yang dirancang untuk memproses jerami menjadi bahan bakar nabati nonfosil.

Uji terbuka direncanakan berlangsung di Jonggol dan Lembur Pakuan, Subang, dengan melibatkan media dan masyarakat sebagai bentuk transparansi.

Baca Juga: Masa Depan Bobibos Makin Terang, Dukungan Internasional Mulai Datang

Meski minat investasi asing terus berdatangan, total lima negara disebut telah menghubungi, Bobibos menegaskan harapan besarnya tetap pada Indonesia.

“Sebagai anak bangsa, kami berharap teknologi ini diambil alih negara. Rakyat butuh energi murah, dan bumi butuh energi ramah lingkungan,” tegas pengelola.

Dengan dukungan regulasi, proteksi negara, dan investasi yang tepat, Bobibos berpeluang menjadi bagian penting dari kedaulatan energi nasional.

Jalan masih panjang, tetapi sorotan dunia menunjukkan bahwa jerami padi Indonesia kini bukan lagi sekadar limbah, melainkan aset energi masa depan.***

Baca Juga: Ada Apa di Balik Proyek BBM Jerami Bobibos? Mesin Dilarang Diliput Tapi Klaim Tetap Bombastis

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita