AYOJAKARTA.COM - Komisi XI DPR RI resmi menetapkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri.
Keputusan ini diambil melalui musyawarah mufakat seluruh fraksi di Komisi XI DPR pada Senin, 26 Januari 2026, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, menjelaskan proses pemilihan Thomas berlangsung cepat, hanya sekitar 30 menit, dan seluruh perwakilan fraksi memberikan restu.
“Telah dihasilkan kesepakatan melalui proses musyawarah mufakat bahwa diputuskan yang menjadi Deputi Gubernur BI pengganti Bapak Juda Agung adalah Bapak Thomas Djiwandono,” ujar Misbakhun. Hasil keputusan ini akan segera dibawa ke Rapat Paripurna DPR.
Menurut Misbakhun, pemilihan Thomas karena dianggap figur yang diterima seluruh spektrum politik.
Visi Thomas mengenai penguatan ekonomi nasional melalui integrasi kebijakan moneter dan fiskal sangat relevan dengan kebutuhan stabilitas ekonomi saat ini.
“Beliau menjelaskan dengan sangat baik bagaimana membangun sinergi antara monetary policy dan fiscal policy serta meningkatkan agility dalam pengambilan keputusan,” jelas Misbakhun.
Thomas Djiwandono memiliki rekam jejak pendidikan dan karier yang panjang di bidang ekonomi, bisnis, dan politik.
Ia berasal dari keluarga ekonom ternama, anak dari Sudrajad Djiwandono, mantan Gubernur BI 1993-1998.
Thomas menempuh pendidikan di SMP Kanisius, Jakarta, kemudian melanjutkan studi sejarah di Haverford College, Pennsylvania, dan pascasarjana di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies, fokus pada International Relations & International Economics.
Karier profesional Thomas dimulai sebagai wartawan magang di Majalah Tempo (1993) dan Indonesia Business Weekly (1994), kemudian menjadi analis keuangan di Whetlock NatWest Securities, Hong Kong.
Sejak 2006, ia menjabat Deputy CEO Arsari Group, sekaligus aktif di Partai Gerindra.
Ia pernah mencalonkan diri sebagai anggota legislatif di Kalimantan Barat, kini menjabat Bendahara Umum Partai Gerindra, serta berperan dalam pengelolaan logistik dan keuangan Koalisi Merah Putih pada Pilpres 2014.
Sejak 2024, Thomas menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan RI, sebelum akhirnya diusulkan sebagai Deputi Gubernur BI.
Namun, penunjukan ini memunculkan diskusi di kalangan ekonom yang menilai posisi strategis di BI idealnya diisi oleh internal bank sentral untuk menjaga independensi kebijakan moneter.
Dengan pengalaman luas di bidang ekonomi, politik, dan bisnis, Thomas Djiwandono diharapkan mampu memperkuat stabilitas ekonomi nasional sekaligus membangun sinergi kebijakan moneter dan fiskal yang lebih efektif di era tantangan ekonomi global saat ini.***