Nasional

Sumur Minyak Timor Leste Hampir Kering, Bobibos Bisa Jadi Solusi Krisis Energi?

Oleh: Katarina Erlita Senin 09 Feb 2026, 06:35 WIB
Bobibos, Bahan Bakar Ramah Lingkungan dari Jerami. (Sumber: Chat GPT)

AYOJAKARTA.COM - Kondisi ekonomi Timor Leste kembali menjadi sorotan setelah pengamat ekonomi Bennix mengungkap potensi krisis serius yang mengancam negara tetangga Indonesia tersebut.

Dalam analisanya di kanal YouTube, Bennix menilai Timor Leste berada di jalur berbahaya akibat ketergantungan ekstrem pada sektor minyak dan gas (migas), ditambah tata kelola fiskal yang dinilai tidak berkelanjutan.

“Negara ini sebentar lagi bakal bangkrut dan terancam jadi negara paling miskin di Asia,” ujar Bennix.

Sejak merdeka pada 2002, Timor Leste memang menggantungkan pendapatan negaranya dari ladang migas Bayu Undan.

Masalahnya, ketergantungan itu tidak diimbangi dengan diversifikasi ekonomi yang memadai.

Menurut Bennix, sekitar 80 persen pendapatan negara Timor Leste berasal dari migas.

Kondisi ini menjadi sangat berisiko ketika ladang Bayu Undan resmi berhenti berproduksi sejak Juni 2025 karena cadangannya menipis.

Dampaknya langsung terasa pada keuangan negara. Pada 2024, pendapatan migas masih tercatat sekitar USD 85 juta, namun pada 2025 anjlok lebih dari 90 persen menjadi hanya sekitar USD 6 juta.

“Penghasilan negara turun 90 persen karena sumur minyaknya kering. Ini tragedi ekonomi,” tegas Bennix.

Untuk menutup defisit anggaran, pemerintah Timor Leste selama ini mengandalkan Petroleum Fund, sovereign wealth fund yang dibentuk dari hasil migas.

Namun, dana ini terus terkuras. Aset Petroleum Fund kini diperkirakan hanya tersisa USD 18–19 miliar, sementara belanja negara mencapai USD 2,6 miliar per tahun.

“Kalau hitungannya sederhana, dana itu bisa habis dalam 7 sampai 8 tahun,” jelas Bennix, yang memperkirakan potensi kolaps bisa terjadi sekitar 2033 jika tidak ada perubahan kebijakan.

Di tengah ancaman krisis energi dan fiskal tersebut, muncul inisiatif dari sektor energi baru terbarukan.

Perusahaan BOBIBOS mengumumkan rencana pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sekaligus percepatan produksi bahan bakar berbasis bioenergi di Timor Leste.

Bahan bakar ini diklaim berasal dari jerami dan diproduksi di fasilitas bio manufaktur lokal.

Menariknya, lokasi pabrik BOBIBOS kini sudah dapat diakses publik melalui Google Maps.

Langkah ini disebut sebagai bentuk transparansi sekaligus penegasan bahwa proyek telah memasuki tahap konkret.

Rencananya, produk bahan bakar bio ini akan diluncurkan pada Februari 2026, meski tanggal pastinya belum diumumkan.

Saat ini, tim engineer BOBIBOS disebut tengah melakukan instalasi peralatan, pengujian sistem, hingga analisis spesifikasi jerami sebagai bahan baku bensin dan solar.

Jika berhasil, kehadiran BOBIBOS dinilai bisa menjadi alternatif solusi krisis energi sekaligus membuka babak baru transisi Timor Leste menuju energi nonmigas yang lebih berkelanjutan.***

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita