AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Indonesia baru saja menghadirkan kabar baik bagi calon jemaah haji.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengumumkan penurunan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2026 sebesar Rp2 juta dibandingkan tahun 2025.
Penetapan ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam meringankan beban masyarakat yang ingin menunaikan ibadah haji.
Dalam acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Malang, Minggu (8/2/2026), Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan layanan terbaik bagi jemaah Indonesia.
“Saya bertekad menurunkan biaya haji untuk rakyat Indonesia,” ujarnya saat menyampaikan keberhasilan pembangunan Kampung Haji di Makkah.
Menurut Prabowo, fasilitas ini akan menghadirkan hunian yang layak, aman, dan nyaman bagi seluruh jemaah.
Rincian BPIH 2026 menunjukkan total biaya sebesar Rp87,4 juta per jemaah. Rincian ini terdiri dari Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) sebesar Rp54,19 juta atau 62% yang dibayar langsung oleh jemaah, dan nilai manfaat dari pengelolaan dana haji sekitar Rp33,22 juta (38%).
Kepala BPKH, Fadlul Imansyah, menyebut keputusan ini sebagai hasil kerja keras Kementerian Haji dan Umrah serta DPR dalam meninjau efisiensi setiap komponen biaya.
Langkah inovatif lain yang dilakukan pemerintah adalah pengembangan Kampung Haji Indonesia di Makkah.
Kawasan khusus ini akan menyediakan hotel, pusat perbelanjaan, klinik kesehatan, hingga fasilitas kuliner.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa fasilitas ini tidak hanya untuk musim haji, tetapi juga untuk jemaah umrah Indonesia yang jumlahnya mencapai 1,8 juta orang per tahun.
Saat ini pemerintah telah membeli hotel di Arab Saudi yang mampu menampung sekitar 24.000–25.000 jemaah.
Prabowo menambahkan, kepemilikan lahan di Makkah merupakan prestasi diplomatik yang jarang terjadi.
Pemerintah Arab Saudi bahkan mengubah regulasi khusus untuk memberikan hak kepemilikan tanah bagi Indonesia.
“Insya Allah dalam 3 tahun kita sudah punya kampung haji yang bagus. Beberapa bulan lagi sudah ada 1.000 kamar, dan akan terus kita bangun,” kata Presiden ke-8 RI ini.
Dengan kepemilikan lahan sendiri, pembangunan fasilitas, dan efisiensi biaya haji, pemerintah optimistis penurunan BPIH akan berkelanjutan, memberikan layanan lebih murah dan nyaman bagi seluruh jemaah.
Langkah ini diharapkan tidak hanya mempermudah akses ibadah haji, tetapi juga meningkatkan kualitas pengalaman spiritual jemaah Indonesia di Tanah Suci.***