AYOJAKARTA.COM - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Nanik S Deyang, langsung menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026.
Berbagai pembenahan menjadi prioritas, mulai dari efisiensi penggunaan anggaran, penguatan tata kelola, hingga peningkatan kualitas menu dan layanan bagi para penerima manfaat.
Seperti diketahui, Nanik resmi menggantikan Dadan Hindayana yang diduga melakukan tindak korupsi pada program MBG.
Nanik menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap anggaran yang dialokasikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran.

Meski anggaran MBG telah dipotong menjadi Rp268 triliun, menurut Nanik BGN masih berupaya menekan biaya melalui berbagai langkah perbaikan.
"Kami concern hal pertama yang kami lakukan adalah untuk melakukan efisiensi anggaran, sehingga meskipun sekarang sudah dipotong," ujar Nanik.
Menurut Nanik, pihaknya masih bisa menurunkan lagi, namun tidak mengurangi sasaran.
"Jadi kami akan terus melakukan efisiensi anggaran di berbagai bidang," katanya.

Strategi yang disiapkan oleh Nanik meliputi penataan ulang penerima manfaat agar lebih tepat sasaran, moratorium pembangunan dapur baru, serta pembenahan dapur yang sudah beroperasi agar memenuhi standar kualitas makanan dan didukung SDM yang lebih baik melalui pelatihan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
BGN juga akan memperketat pengawasan terhadap dapur MBG.
Nanik menyampaikan jika ada dapur MBG yang terbukti tidak menjalankan SOP sesuai ketentuan bisa dikenai sanksi berupa penghentian sementara operasional hingga perbaikan dilakukan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa BGN akan memprioritaskan kualitas gizi dan standar kesehatan dapur dibandingkan sekadar mengejar target kuantitas 82 juta penerima.
Hal ini disampaikan Nanik, setelah dirinya bersama tim BGN bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto.

"Kami akan perbaiki kualitas, sehingga bisa jadi kami tidak akan mengejar ke 82 juta. Tapi bagaimana dapur-dapur ini sehat, memberikan makan yang bergizi, ya. Lalu refocusing," tegasnya.
Nantinya, BGN akan melakukan evaluasi pemberian MBG di sekolah-sekolah yang tergolong mahal.
Anggaran dari hasil efisiensi itu nantinya dapat dialihkan untuk masyarakat yang berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
"sekarang kita fokuskan kan sekarang kan semua sekolah dikasih. Nah, sekarang kita fokuskan adalah ke 3T dan terutama untuk 3B (ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita)," cetusnya.