Nasional

Dicurigai KPK dan Hanya Rugikan Pemilik Catering, Ternyata Program MBG alias Makan Bergizi Gratis Simpan Rahasia Ini

Oleh: Karseno AJ Kamis 17 Apr 2025, 12:52 WIB
Ilustrasi. Program Makan Bergizi Gratis

AYOJAKARTA.COM -- Dapur penyedia menu makan atau catering program Makan Bergizi Gratis di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan mendadak berhenti beroperasi.

Menurut Danna Harly Putra selaku kuasa hukum, tempat usaha milik kliennya terpaksa berhenti beroperasi lantaran uang untuk pembuatan Makan Bergizi Gratis terkendala.

Berdasarkan hasil mediasi dengan pihak Badan Gizi Nasional selaku Penanggung Jawab program Makan Bergizi Gratis, kendala pembayaran diduga terjadi di pihak Yayasan.

Baca Juga: Miris! Dapur MBG di Kalibata Tutup, Diduga Akibat Penggelapan Dana Hampir Rp1 Miliar

Akibat kelalaian yang diduga sudah dilakukan oleh Pihak Yayasan, Danna menyebut kliennya mengalami kerugian hingga hampir mencapai Satu Miliar rupiah.

“Pihak BGN ini sudah menjalankan seluruh kewajibannya, mentransfer dua tahap ke Pihak Yayasan, tapi Pihak Yayasanlah yang tidak membayarkannya sama sekali,” ungkap Danna.

Mengacu pada kontrak perjanjian, Danna menyebut BGN melalui Yayasan memberi mandat kepada kliennya untuk membuat menu MBG senilai Rp 15,000 setiap porsinya.

Baca Juga: Kontroversi Program MBG: Pembayaran SPPI dan Kepala SPPG Selama 3 Bulan Masih Belum Cair? Kepala BGN Buka Suara

Akibat kelalaian pembayaran diduga dilakukan oleh pihak Yayasan, Danna juga sudah menempuh langkah hukum untuk perkara perdata kliennya.

Selain menemukan akar persoalan, Danna juga memastikan dapur MBG yang selama ini dikelola oleh Ibu Wira sebagai kliennya akan segera kembali beroperasi.

“Di lapangan BGN sudah transfer tapi ditahan Pihak Yayasan, karena itu kita sudah buat laporan ke polisi dan segera melakukan gugatan perdata,” jelasnya.

Baca Juga: Pelaksanaan Program MBG Bermasalah? Mulai dari Makanan Bau Busuk, Kekurangan Jatah hingga Dihentikan Sementara

Potensi terjadinya penyalahgunaan dana MBG yang merupakan program unggulan Presiden Prabowo, sebelumnya juga sempat disoroti oleh KPK.

Berdasarkan hasil pengamatan di masyarakat, KPK menemukan adanya perbedaan pagu anggaran yang berkaitan dengan biaya pembuatan setiap porsi MBG.

Menyikapi temuan KPK tersebut, Dadan Hindayana selaku Kepala BGN memastikan perbedaan besaran atau pagu anggaran MBG bukan karena dugaan penyelewengan.

Adanya perbedaan pagu tersebut, menurut Dadan lebih disebabkan karena harga bahan baku pembuatan menu MBG di setiap provinsi cenderung bervariasi.

Selain disebabkan karena indeks harga pokok bahan baku, perbedaan pagu juga ditentukan oleh kebutuhan asupan gizi penerima program MBG.

Sebelum menjadi program resmi pemerintahan Prabowo, Dadan juga menyebut simulasi MBG sudah lebih dulu dilakukan sejak hampir setahun lamanya.

Baca Juga: Heboh! Efisiensi Anggaran Bukan Hanya untuk MBG Tapi Investasi Danantara Juga, Apakah Itu? Kupas Tuntas di Sini

Untuk menemukan formulasi yang sesuai dengan cakupan nasional, Dadan juga menyebut peran rahasia Prabowo sebelum kemudian terpilih menjadi Presiden.

“Kami sudah melaksanakan program ini hampir Sepuluh Bulan dan semuanya dibiayai oleh Hamba Allah yang memiliki kepedulian tinggi,” ungkap Dadan pada 5 November 2024.

Resmi dilantik sebagai Presiden pada 20 Oktober 2024, sosok Hamba Allah yang dimaksud Dadan kemudian terungkap dalam sebuah siniar di penghujung Januari 2025.

Baca Juga: Benarkah Demi Makan Bergizi Gratis (MBG)? Prabowo Pangkas Rp256,1 T APBN 2025 Efisiensi Belanja Kementerian/Lembaga

Usai didesak pertanyaan oleh Akbar Faisal soal peran diam-diam Prabowo, Dadan kembali menyebut Hamba Allah sebagai sosok utama donatur dan penggagas program MBG.***

Reporter Karseno AJ
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil