AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini Prabowo menyatakan akan meresmikan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) pada 24 Februari 2025.
Pernyataan ini ia sampaikan saat berbicara di World Governments Summit di Dubai pada 14 Februari 2025 secara virtual.
BPI Danantara ini disebut akan menjadi sovereign wealth fund, yakni dana investasi milik pemerintah yang dikelola untuk tujuan jangka panjang dengan menginvestasikan aset publik ke berbagai instrumen keuangan global untuk stabilitas ekonomi dan keuntungan finansial seperti dikutip ayojakarta.com dari situs kemenkeu.
Baca Juga: Cek Performa Laptop Asus Zenbook 14 OLED, Mengagumkan dan Companion Ideal untuk Content Creator
BPI Danantara
BPI Danantara disebut akan menjadi lembaga investasi sumber daya alam dan aset negara untuk beberapa proyek strategis.
Prabowo sendiri menyebutkan setidaknya Danantara akan melakukan 15-20 proyek.
Dan akan fokus berinvestasi pada 4 hal ini :
- Energi Baru Terbarukan (EBT)
- Industri Hilir
- Manufaktur Canggih
- Produksi Pangan.
Dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber, Danantara hadir untuk memperkuat kekuatan ekonomi dan masa depan Indonesia dengan target naik 8 persen.
Dalam pernyataan terbaru Prabowo pun ingin melibatkan mantan presiden dalam pengawasannya seperti Joko Widodo (Jokowi), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Megawati Soekarno Putri serta organisasi keagaamaan.
BPI Danantara sendiri disebut tanpa pengawasan audit dan penyidik KPK, sehingga memerlukan para profesional yang tak mudah goyah oleh godaan dan kekuasaan.
Lantas dari mana dana pendanaan Danantara yang disebut akan menampung 900 milliar USD?
Prabowo menyebutkan bahwa ia akan terus bertekad untuk melakukan efisiensi dengan 3 gelombang.
Prabowo menyebutkan sisa hasil efisiensi anggaran yang tidak terpakai mencapai 20 miliar USD atau sekitar Rp325 triliun ini untuk investasi Danantara yakni pendanaan yang pertama.
Diketahui efisiensi anggaran sendiri akan memiliki nilai total mencapai 44 miliar.
Dari efisiansi anggaran tersebut 24 USD akan digunakan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) sisanya 20 miliar USD untuk investasi Danantara.
"USD 24 M terpaksa saya pakai untuk apa? untuk makan bergizi, sisanya USD 20 miliar tidak akan kita pakai, kita serahkan ke Danantara untuk investasi," ujar Prabowo dalam acara HUT ke-17 Partai Gerindra.
Sebagai informasi, BPI Danantara sendiri dapat diresmikan dan dilakukan setelah DPR menyetujui revisi UU Nomor 19 tahun 2003 tentang BUMN pada 4 Februari lalu dan menjadi landasan aturan. ***

Share this article
Baru-baru ini Prabowo menyatakan akan meresmikan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) pada 24 Februari 2025.