AYOJAKARTA.COM -- Vaksin Indovac dari Bio Farma berhasil kantongi EUA (Emergency Use Authorization) dari BPOM.
Hal tersebut menambah varian jenis vaksin yang dapat digunakan di Indonesia sebagai booster.
Perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia kembali menunjukan peningkatan.
Baca Juga: CEK FAKTA: Beredar Informasi Mengenai Vaksin Booster ke 2 Harus Bayar 100 Ribu Rupiah, Benarkah?
Hal tersebut membuat pandemi Covid-19 masih belum berakhir di Indonesia.
Update terakhir dari laman covid19.co.id menunjukkan per 5 Mei 2023 terdapat 6.782.048 kasus positif, 6.603.711 kasus sembuh, dan 161.384 kasus meninggal dunia akibat Covid-19 di Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Bio Farma berhasil mendapatkan persetujuan EUA dari BPOM untuk vaksin Indovac.
Vaksin Indovac digunakan sebagai vaksin lanjutan/booster bagi usia 18 tahun ke atas yang sebelumnya telah menerima vaksin primer Pfizer.
Informasi tersebut terlampir dalam surat yang diterbitkan BPOM tanggal 21 April 2023 perihal perubahan obat Indovac.
Baca Juga: Kabar Gembira! Pemerintah Akan Berikan Vaksin Booster Kedua Secara Gratis
Kementerian Kesehatan RI juga telah menambahkan regimen vaksin Covid-19 berupa vaksin Indovac sebagai booster kedua.
Sebelumnya vaksin Indovac hanya diberikan pada lansia di atas 60 tahun.
Vaksin Indovac untuk booster kedua diberikan dosis penuh atau 0,5 ml.
Vaksin booster Indovac tersebut diberikan dengan interval 6 bulan sejak vaksinasi dosis booster pertama.
Pemberian vaksin dosis booster kedua Indovac bagi masyarakat umum dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan atau di pos pelayanan vaksinasi Covid-19.
Masyarakat juga dihimbau untuk tetap waspada dengan menjaka protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, masih relatif banyak masyarakat yang belum melakukan vaksinasi booster.***(Isnan Rifai)