Nasional

Mahfud MD Selamatkan Bharada E alias Richard Eliezer dari Vonis Hakim: Apa Bisa Sih!

Oleh: Admin Minggu 05 Feb 2023, 10:35 WIB
Mahfud MD Selamatkan Bharada E alias Richard Eliezer dari Vonis Hakim: Apa Bisa Sih!

AYOJAKARTA.COM – Menkopolhukam Mahfud MD menjadi petinggi negara yang memberikan perhatian khusus terhadap jalannya sidang perkara pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Mahfud MD termasuk pejabat yang bersuara keras sehingga peristiwa pembunuhan terhadap Yosua alias Brigadir J terbongkar.

Yosua tewas ditembak pada 8 Juli 2022 di rumah dinas Ferdy Sambo yang saat itu masih menjabat sebagai Kadiv Propam Mabes Polri. Tempat kejadian perkara berlokasi di Kompleks Polri Duren Tiga, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Baca Juga: Presiden Jokowi Vonis Hukuman Mati untuk Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi: Cek Faktanya di Sini

Baca Juga: Nasib Malang Ferdy Sambo dalam Penantian dengan Bayang-bayang Vonis Hukuman Mati Jelang 13 Februari

Ketika kasus pembunuhan terhadap Yosua masuk ke pengadilan, Mahfud MD pun memberikan perhatian atas jalannya sidang. Dalam perkara itu ada lima orang terdakwa itu yakni Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Ma’ruf , Ricki Rizal dan Ricahard Eliezer yang menyandang status sebagai justice collaborator.

Seiring dengan bergulirsnya sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), pengadilan di luar sidang juga terjadi yakni di media sosial.

Semua pihak yang terlibat dalam sidang pernah dihantam hoaks di media sosial mulai dari Majelis Hakim, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), para penasihat hukum terdakwa, dan yang paling banyak menyangkut lima orang terdakwa.

Narasi dari hoaks yang beredar seringkali tidak masuk akal. Tapi apa mau dikata, masih banyak saja orang yang menonton atau membaca berita atau video yang diunggah di media sosial.

Ferdy Sambo, Richard Eliezer, dan Putri Candrawathi menjadi terdakwa yang paling sering menjadi objek daria hoaks alias berita bohong dibandingkan dengan para pihak yang terlibat dalam sidang perkara pembunuhan berencana Yosua.

Yang membedakan, hoaks seputar terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi kebanyakan memojokkan pasangan suami istri itu.

Sementara itu, hoaks terkait Richard Eliezer lebih banyak yang memberikan dukungan kepada Bharada E yang menyandang staus justice collaborator.

Baca Juga: Febri Diansyah Harap Putri Candrawathi Bebas dari Dakwaan: Semua Tuduhan Penuntut Umum Keliru!

Baca Juga: Bebas Tanpa Syarat! Diputuskan Langsung dari Istana, Jokowi Bebaskan Richard Eliezer, Benarkah?

Sebagai contoh, beredar tayangan di YouTube yang diunggah oleh kanal Roda Politik. Video yang diunggah menyajikan narasasi bahwa Menkopolhukam Mahfud MD berhasil membebaskan terdakwa Richard Eliezer alias Bharada E.

Kanal Roda Politik dengan 181 ribu subscriber melansir video yang diberi judul AKHIRNYA MAHFUD MD SELAMAT KAN BARADA E, IBU PC MEMOHON MINTA DIBEBASKAN HINGGA NEKAT LAKUKAN INI??.

Ayojakarta yang menyimak video pendek itu memastikan narasi yang dipajang diunggahan tersebut adalah berita bohong yang menyesatkan. Unggahan tersebut cuma penggalan berita dari stasiun televisi menyangkut sidang pembunuhan berencana terhadap Yosua.

Mahfud MD memang beberapa kali berkomentar tentang kasus tersebut sebelum dan saat sidang Ferdy Sambo dan kawan-kawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

Dalam satu wawancara dengan Uya Kuya di kanal YouTube Uya Kuya TV, Mahfud MD menyebut bahwa secara teori Richard Eliezer alias Bharada E bisa saja bebas dari hukuman. Namun semua itu, kata Menkopolhukam, tergantung keputusan Majelis Hakim.

Mahfud MD juga berkomentar setelah Richard Eliezer membakan pleidoi atau nota pembelaan atas tuntutan JPU yang meminta Majelis Hakim menghukum Bharada E dengan pidana penjara 12 tahun.

Dalam cuitan lewat akun Twitter @mohmahfudmd, pada Sabtu 28 Januari 2023, Mahfud mengaku senang membaca pleidoi Richard Eliezer yang antara lain mengucapkan terima kasih kepada banyak pihak termasuk dirinya.

Dia kemudian memanjatkan doa semoga Richard Eliezer mendapat vonis ringan dengan tetap mengingatkan bahwa semua itu terserah pada keputusan Majelis Hakim

“Sy berdoa agar kamu mendapat hukuman ringan, tp itu semua terserah kpd majelis hakim. Kita hrs sportif dlm berhukum bhw hakimlah yg berwenang memutus hukuman.” Demikian tulis Mahfud MD.

Baca Juga: Feeling Mahfud MD Hukuman Richard Eliezer Bakal Ringan, Tapi Minta Bharada E Tetap Jantan Terima Vonis Hakim

Baca Juga: Mahfud MD Turun Tangan Bawa Bukti Penting untuk Bebaskan Bharada E, Ferdy Sambo Kaget! Benarkah?

Selanjutnya, Mahfud menceritakan bagaimana pada 8 Agustus 2022 atau sebulan setelah peristiwa pembunuhan terhadap mendiang Yosua atau Brigadir J, Richard Eliezer berani mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi di rumah dinas Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022.

“Aku msh ingat, kasus ini menjadi terbuka ketika pd 8 Agustus 2022 kamu membuka rahasia kasus ini bhw faktanya bkn tembak melainkan pembunuhan. Sblm itu selama sebulan (sejak 8 Juli) kamu mengaku saling tembak krn ditembak duluan. Tp tgl 8 Agustus itu kamu bilang: itu pembunuhan,” tulis Mahfud MD.

Kicauan Mahfud yang menyebut Bharada E sebagai pihak yang membongkar kasus pembunuhan terhadap mendiang Brigadir J mendapatkan kritik dari netizen yakni dari akun Twitter, @Ki_komp****.

“Sedikit koreksi prof, yang membuka kasus sambo bukan Eliezer tapi keluarga joshua. Eliezer hanya disuruh mengaku siapa aja yang terlibat dalam pembunuhan berencana. Bukan Eliezer yang membuka kasus sambo.”

Menanggapi cuitan itu, Mahfud MD berbalik mengingatkan bahwa koreksi dari warganet itu justru keliru.

“Koreksinya keliru. Keluarga Jushua sdh melapor ke sana kemari ttg kejanggalan tewasnya Joshua. termasuk melapor ke Polhukam tgl 7/8/22. Tp kasusnya gelap, krn skenarionya tembak menembak dan Eliezer memgaku selalu pelaku tunggal. Tp tgl 8/8/22 Eliezer membuka fakta yg sebenarnya.” Begitu penegasan Mahfud MD.

Menkopolhukam itu lantas melanjutkan penjelasannya tentang apa yang terjadi di rumah dinas Ferdy Sambo.

“Saat diperiksa Komnas HAM tgl 26/7/22 Eliezer bilang saling tembak  dan dirinya yg menembak Joshua sedang Joshua menembak beruntun ke beberapa arah. Skenarionya kasus dpt ditutup krn Eliezer membela diri. Tp tgl 8/8/22 Eliezer mengurai faktanya. Kasus yg faktual pun terbuka.”

Jadi, jangan percaya begitu saja dengan unggahan video di media sosial ya gaess.

Reporter Admin
Editor Eries Adlin