Nasional

Tak Hanya Brigadir J, Ternyata Adik Yosua Juga Jadi Korban Kejahatan Sambo, Martin Simanjuntak: Sampai Nangis!

Oleh: Linda Wati Selasa 31 Jan 2023, 07:12 WIB
Tak Hanya Brigadir J, Ternyata Adik Yosua Juga Jadi Korban Kejahatan Sambo, Martin Simanjuntak: Sampai Nangis!

AYOJAKARTA.COM - Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J menjadi korban dalam pembunuhan berencana oleh Ferdy Sambo.

Martin Simanjuntak selaku pengacara Brigadir J turut membongkar kejahatan Ferdy Sambo.

Selain Brigadir J, Martin Simanjuntak juga menyebut bahwa adik kliennya, Reza Hutabarat juga turut mendapatkan perlakuan tidak enak oleh pihak Ferdy Sambo.

Baca Juga: Tanggapan Ronny Talapessy Usai Pledoi Richard Eliezer Ditolak: Ada 1 Hal yang Tak Bisa Dinilai Jaksa Yaitu…

Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Uya Kuya TV pada Selasa, 31 Januari 2023 berikut ulasannya.

Martin Simanjuntak sebelumnya kembali mengingatkan bahwa pada 8 Juli 2022 ada peristiwa mengerikan yang terjadi.

Yakni pembunuhan berencana yang dilakukan oleh Ferdy Sambo kepada Brigadir Yosua.

Selain dibunuh, Brigadir Yosua juga difitnah telah melakukan kekerasan seksual kepada Putri Candrawathi.

Baca Juga: Keji! Ferdy Sambo Sampai Lakukan Hal Ini Pada Reza Hutabarat Adik Brigadir J, Martin Simanjuntak: Berkali-kali

Tak hanya itu, Reza Hutabarat selaku adik Yosua pun disebut turut mendapatkan intimidasi oleh pihak Ferdy Sambo.

Reza Hutabarat dilarang untuk melihat jenazah sang kakak ketika di Rumah Sakit hingga ia menangis.

“Tidak sampai disitu ternyata adiknya juga jadi korban, adik dari Almarhum Brigadir Yosua diintimidasi dia di dalam Rumah Sakit, tidak boleh melihat abangnya bahkan berkali-kali sampai menangis bayangin seorang Polisi nangis karena tidak boleh melihat jenazah,” kata Martin.

Tak hanya itu, Martin Simanjuntak juga menyebut bahwa pihak keluarga Yosua pun juga mengalami intimidasi.

Baca Juga: Sebut Seperti Cakrabirawa Komunis, Kelicikan Ferdy Sambo Dikuliti Martin Simanjuntak: Tidak Bermoral!

Keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat didatangi kediamannya oleh oknum Polisi dan melarangnyaa untuk membuka peti jenazah.

Orang tua Yosua pun sampai dibentak oleh oknum Polisi tersebut.

“Datang seperti pasukan Cakrabirawa Komunis tanpa melepas sepatu masuk ke rumah orang, marah-marah lalu tidak memperbolehkan peti jenazah dibuka bahkan orang tuanya dibentak ada visualisasinya semua itu video,” kata Martin.

Pengacara Yosua juga menyebut bahwa oknum Polisi itu melakukan peretasan dan mengatakan bahwa kejadian tersebut adalah tembak menembak.

“Terus melakukan peretasan lalu menggerakkan orang membuat press release yang mengatakan bahwa kejadian itu tembak menembak akibat bu PC dilecehkan ternyata semua itu kan dusta,” ujarnya.***

Reporter Linda Wati
Editor Rohmana Kurniandari