AYOJAKARTA.COM--Terdakwa Kuat Maruf kembali mengungkap kesaksiannya dalam persidangan kasus pembunuhan Brigadir Yosua.
Dalam Sidang dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, pada Selasa, 13 Desember 2022, Kuat Maruf dihadirkan menjadi saksi.
Terungkap gelagat yang diperhatikan Kuat Maruf pada atasannya Ferdy Sambo usai penembakan kepada Brigadir Yosua terjadi.
Melansir Youtube Kompas TV, Minggu (18/12/2022), Kuat Maruf yang duduk di Samping Ricky Rizal mengungkapkan tentang kejadian pasca penembakan Brigadir Yosua di Duren Tiga pada 8 Juli lalu.
Dijelaskan Kuat Maruf, ikhwal kemarahan Ferdy Sambo yang dilihatnya, dan mencari sosok Yosua.
"Jadi saya baru turun, pas mau keluar ketemu Bapak Ferdy Sambo. terus mengatakan Yosua mana sama Ricky, Panggil!," kata Kuat Maruf menirukan Ferdy Sambo saat itu.
Kemudian kata Kuat Maruf, dirinya memaggil Ricky dan om Yosua.
"Yosua masuk. Pas saya masuk itu Richard sudah sama bapak di bawah. Seingat saya kan Richard ada di atas waktu itu, " kata Kuat Maruf.
Baca Juga: Ramalan Hard Gumay Pada 2023: Terlihat Laut dan Ombak Besar Datang ke Daratan di 3 Wilayah Indonesia
Tak selang lama, imbuh Kuat Maruf, dirinya mendengar Ferdy Sambo marah kepada Yosua.
"Kamu kurang ajar sekali sama saya, kamu tega sekali sama saya. Lalu Yosua bilang "apa" kalau tidak salah bahasanya begitu," tandas Kuat Maruf yang mengaku mendengar hal itu saat berada di dapur
Kejadian itu kemudian berujung teriakan Ferdy Sambo.
"Terus bapak bilang Hajar Chad, hajar Chad, terus tembak pak. Entah berapa kali tembakan, Yosua jatuh tengkurap. Setelah itu saya sempat takut,"kata Kuat Maruf.
Bahkan tak selang lama, dilihatnya Ferdy Sambo maju ke depan dan nembak-nembak tembok.
"Setelah nembak-nembak tembok, bapak keluar. Gak lama Romer masuk, bapak ikut masuk. Saya terus keluar ke garasi. Setelah di garasi saya nyender di tembok. Ibu sama bapak dipeluk. Di belakangnya Om Ricky, "tandas Kuat Maruf.
Di sela kesaksian tersebut hakim persidangan bertanya kepada Kuat Maruf.
"Saudara lihat pada waktu di Duren Tiga, korban Yosua bawa senjata atau tidak?"'
"Tidak melihat Yang Mulia" terang Kuat Maruf.
"Tapi waktu saudara bertemu Ferdy Sambo, Ferdy Sambo bawa senjata atau tidak?,"tanya hakim.
"Saya tidak memperhatikan, " ujar Kuat Maruf.
Kuat menceritakan ketakutannya melihat gelagat Sambo pasca Yosua ditembak.
"Setelah itu bapak, yang tadi saya bilang. Nengok ke belakang gitu kayak, kata saya kan, lho-lho siapa lagi yang mau ditembak. Saya sempat ketakutan waktu itu." Ungkap Kuat.
"(Sambo) pegang senjata berarti waktu nengok-nengok?" tanya hakim.
"Belum, belum, seinget saya belum pegang senjata Yang Mulia." Kata Kuat Maruf