AYOJAKARTA.COM - Terdakwa Putri Candrawathi kembali menjadi perbincangan publik.
Seperti yang kita ketahui, Putri Candrawathi ditetapkan sebagai salah satu terdakwa atas kasus kematian Brigadir J.
Dalam kasus ini, Putri Candrawathi mengaku bahwa dirinya menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh mendiang Brigadir J yang merupakan ajudannya.
Hal itulah yang kemudian menjadi akar permasalahan terjadinya penembakkan hingga menyebabkan tewasnya Brigadir J.
Meski banyak pihak yang menilai kasus pelecehan seksual yang dialami Putri Candrawathi sangat tidak mungkin dan tidak masuk akal.
Apalagi hingga saat ini tidak ada bukti-bukti valid yang menunjukkan bahwa telah terjadi pelecehan seksual tersebut.
Dikutip AyoJakarta.com dari akun Tiktok @wita_blot pada Minggu (18/12/2022), salah satu ahli yang menilai pelecehan tersebut sangat tidak masuk akal adalah Reza Indragiri Amriel yang merupakan Pakar Psikologi Forensik.
Saat ditanya apakah jawaban lupa dan tidak tahu yang dijawab oleh Putri Candrawathi selama persidangan merupakan ciri dari seseorang yang mengalami trauma atau hanya siasat belaka saja, Reza Indragiri Amriel menjawab seperti berikut.
“Salah satu penelitian dalam psikologi mengatakan jika kelupaan adalah suatu mekanisme otomatis untuk melindungi keselamatan manusia,” jelas Reza Indragiri Amriel.
“Jadi ketika berhadapan dengan pengalaman on traumatis, situasi yang menyakitkan, situasi menakutkan atau sejenisnya maka tanpa diperintah otak akan bisa melupakan peristiwa-peristiwa otomatis termasuk peristiwa perkosaan,” imbuhnya.
Namun menurut Reza Indragiri Amriel, untuk terdakwa Putri Candrawathi sama sekali tidak bisa dipastikan apakah jawaban lupa dan tidak tahu yang disampaikan berkaitan dengan peristiwa tersebut.
“Tapi persoalannya adalah apakah kita bisa memastikan kelupaan yang disampaikan oleh PC itu betul-betul berkaitan dengan perkosaan atau bukan,” papar Reza Indragiri Amriel.
Kemudian menurut Pakar Psikologis Forensik tersebut, Putri Candrawathi sangat tidak menandakan seseorang yang menjadi korban perkosaan.
“Sayang seribu sayang terhadap pertanyaan-pertanyaan itu saya menjawab sendiri bahwa sepanjang ingatan saya berjalan hingga hari ini tidak pernah sekalipun PC dilaporkan menjalani isu, jadi tidak ada kesimpulan bahwa PC adalah sungguh maaf adalah sungguh-sungguh korban perkosaan,” tegasnya.***

Share this article
Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri sebut dengan tegas Putri Candrawathi bukan kroban pemerkosaan, ini alasannya.