News

Keras! Irma Hutabarat Semprot Habis-Habisan Kuasa Hukum Ferdy Sambo: Pembelaan Dia Tidak Ada Esensinya

Oleh: Desta Nurwati Siamyah Kamis 17 Nov 2022, 06:49 WIB
Keras! Irma Hutabarat Semprot Habis-Habisan Kuasa Hukum Ferdy Sambo: Pembelaan Dia Tidak Ada Esensinya

AYOJAKARTA.COMIrma Hutabarat buka suara mengenai eksepsi yang diajukan oleh kuasa hukum Ferdy Sambo.

Diantaranya yakni membahas terkait kata 'hajar' bukan 'tembak' yang disampaikan Ferdy Sambo juga soal pelecehan seksual dan itu dibantah sangat tegas oleh Irma Hutabarat.

Menurut Irma Hutabarat pembelaan kuasa hukum Ferdi Sambo yakni Febri Diansyah tidak ada esensinya sama sekali.

Baca Juga: Irma Hutabarat Sebut Fitnah Untuk Brigadir J Tak Akan Merubah Adanya Fakta Pembunuhan Berencana, Ini Buktinya

Irma Hutabarat bahkan menjelaskan secara detail makna dari kata 'hajar' yang tidak sesuai dengan peristiwa yang terjadi pada kasus pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

"Kata hajar itu sendiri artinya menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah ketika kamu memukuli orang supaya dia kapok ya," ujar Irma Hutabarat.

"Itu etimologinya berasal dari bahasa Arab yaitu hajza ajrikum artinya ini adalah imbalanmu," sambungnya.

Baca Juga: Terpopuler! Irma Hutabarat Bongkar Skenario Ferdy Sambo, Tak Disangka Ada Pesan Briefing...

Dengan tegas Irma Hutabarat juga menjelaskan bahwa Febri Diansyah baru menyebut kata 'hajar' setelah ia menjadi kuasa hukum Ferdy Sambo padahal dalam BAP yang ada hanya kata 'tembak'.

"Febri itu menarasikan 'hajar' itu baru setelah dia diangkat jadi kuasa hukum sebelumnya nggak ada ya kan, tidak ada kata 'hajar' karena yang Saya dengar di BAP itu semua adalah kata 'tembak'," jelas Irma Hutabarat.

Kemudian Irma Hutabarat juga menjelaskan konteks kata 'hajar' yang digunakan dalam pembelaan Febri Diansyah harus relevan dengan penggunaannya sesuai dengan kejadian di TKP.

Baca Juga: Fakta Baru! Irma Hutabarat Bongkar Skenario Ferdy Sambo: Ada Pesan Briefing Begini

"Ketika kita pakai kata 'hajar' itu harus ada konteksnya dan harus dilihat penggunaannya," ujar Irma Hutabarat.

"'Hajar' atau 'Tembak' akhirnya menjadi satu kata yang sama. Kenapa? karena ketika dia bilang Hajar dia memberikan pistol yang berisi peluru penuh," jelasnya melanjutkan.

Bahkan Irma Hutabarat dengan tegas menyebut konteks yang disampaikan oleh Ferdy Sambo yakni menyuruh untuk membunuh.

Baca Juga: Irma Hutabarat Sayangkan Tindakan Pendeta Gilbert Lumoindong yang Sebar Fitnah Soal Brigadir J

"Konteksnya ketika Sambo bilang 'hajar' dan menyerahkan itu glock berisi 17 peluru, maka konteksnya adalah dia suruh bunuh," jelas Irma Hutabarat.

"Kenapa? Karena ada isi pelurunya kalau dia kasih pistol yang kosong tidak akan mati mungkin Yosua," sambungnya.

Menurutnya, Febri Diansyah melakukan pembelaan dengan menyebut Ferdy Sambo hanya menyuruh untuk 'hajar' bukan 'tembak' hanyalah permainan kata-kata yang tidak relevan dan tidak ada esensinya.

Baca Juga: Irma Hutabarat Bongkar Dugaan Pembunuhan Berencana, Isi Chat Brigadir J kepada Putri Candrawathi Terkuak

"Arti dari kata itu harus relevan, jadi yang dikatakan oleh Febri Diansyah dengan 'dia tidak menyuruh membunuh, dia menyuruh menghajar'. Itu adalah logika yang dipelintir, tidak ada konteksnya," jelas Irma Hutabarat.

"Menurut saya pembelaan Febri Diansyah itu tidak ada esensinya tidak ada substansinya karena hanya permainan kata-kata," lanjutnya.

Tidak hanya itu Irma Hutabarat juga bahkan menyebut pembelaan Febri Diansyah terkait pelecehan seksual hanyalah omong kosong karena hal itu tidak didukung dengan bukti maupun laporan.

Baca Juga: Alasan Kuat Irma Hutabarat Vokal Memperjuangkan Kasus Pembunuhan Brigadir J, Ternyata...

"Saya punya satu pertanyaan kepada Febri Diansyah, kalau mau bicara soal perkosaan di Magelang, apakah pernah dilaporkan?," ujar Irma Hutabarat.

"Tidak pernah, jadi ini ngomong asasnya, dasarnya apa? Buktinya apa? Laporan tidak ada, kenapa dijadikan sebagai pembelaan? Saya bilang itu non sense (omong kosong)," sambungnya.***

Reporter Desta Nurwati Siamyah
Editor Desi Kris