AYOJAKARTA.COM - Penemuan kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat yang ditemukan secara mengenaskan menjadi sebuah misteri yang terus diselidiki oleh berbagai pihak seperti Kepolisian.
Penyebab kematian satu keluarga di Kalideres ini menjadi perbincangan publik pasalnya ditemukan beberapa kejanggalan sehingga netizen di media sosial turut menduga-duga kematian tersebut bukan karena kelaparan.
Salah satu Youtuber Indonesia merangkum beberapa teori besar yang diduga oleh netizen di media sosial terkait penyebab kematian satu keluarga di Kalideres.
Baca Juga: Waduh! Tampil Berani saat Olahraga Bareng Ariel Noah, BCL Banjir Kritikan dari Netizen
Terungkap beberapa kejanggalan diantaranya seperti keempat anggota keluarga ini tewas tidak dalam waktu yang bersamaan dan dalam kondisi lambung tidak terisi makanan atau minuman dalam waktu lama.
Selain itu ditemukan barang bukti berupa sejumlah bedak bayi kapur barus dan lilin yang menyebabkan teori bahwa keluarga tersebut menganut sekte tertentu.
Berdasarkan keterangan tetangga, keluarga tersebut dikenal selalu menutup diri dan kerap bertingkah aneh juga menjadi hal yang janggal.
Berikut rangkuman beberapa teori penyebab satu keluarga tewas di Kalideres.
1. Penganut sekte tertentu
Dikutip dari kanal YouTube Nessie Judge, beredar di Twitter bahwa ada dugaan keluarga tewas di Kalideres ini menganut suatu sekte yang sedang berkembang di India bernama Jaina.
Kepercayaan pengikut Jainisme ini memiliki ketentuan puasa yang ekstrem yaitu Puasa Sallekhana atau Samadi Marana yakni puasa tanpa makan dan minum hingga kematian menjemput.
Menurut kepercayaan umat Jaina, mereka menjalani puasa hingga mati untuk mencapai tingkat tertinggi dalam kehidupan keagamaan mereka.
Teori ini muncul karena diketahui keluarga yang tewas mengenaskan di Kalideres itu tidak mengkonsumsi makanan dan minuman dalam waktu yang cukup lama.
2. Pembunuhan
Kejanggalan lainnya juga merujuk pada keanehan salah satu anggota keluarga yang juga meninggal dunia yakni sang anak yang berinisial DF.
Di mana bahwa ditemukan terdapat semangkuk kapur barus yang diletakkan di samping masing-masing tiga jasad korban kecuali DF.
Menurut pihak kepolisian kapur barus tersebut diduga untuk menghilangkan bau yang ditimbulkan oleh jasad korban yang membusuk.
Selain itu diketahui bahwa keempat korban meninggal dunia dalam waktu berbeda dan DF menjadi korban terakhir yang meninggal.
Menurut pendapat netizen di media sosial yang disampaikam Nessie Judge bahwa mungkin saja anak DF ini stres atau tertekan karena harus mengurus 3 lansia melewati masa pandemi yang cukup berat.
Sehingga mungkin akhirnya DF memutuskan untuk membiarkan ketiga lansia tersebut mati kelaparan lalu dia juga mengakhiri hidupnya sendiri.
3. Dibunuh orang lain
Teori ini muncul karena diketahui mobil dan motor milik keluarga yang tewas di Kalideres tersebut itu hilang.
Nessie Judge menyampaikan, Umar Abdul Aziz pernah membeberkan jumlah aset rumah dan mobil keluarga yang tewas di Kalideres itu senilai Rp3,8 miliar.
Baca Juga: Sidang Ditunda, Ferdy Sambo Mendapat Angin Segar untuk Membuat Strategi Baru
Dari nominal tersebut mematahkan dugaan bahwa keempat anggota keluarga tersebut tewas karena kelaparan karena dengan aset yang cukup besar itu muncul pendapat bahwa tidak mungkin keluarga tersebut tidak mampu untuk membeli kebutuhan makanan.
Dari latar belakang tersebut Nessie Judge menjelaskan terdapat dugaan bahwa ada orang lain yang memiliki hubungan dekat dengan keluarga tersebut yang sengaja membunuh mereka dan menghilangkan jejak mereka dengan membuat seolah-olah keluarga tersebut sudah pindah dan meninggalkan rumah mereka saja.
Sosiolog Unas juga berkomentar bahwa adik korban yang berinisial RA itu menunjukkan sikap yang janggal.
Ketika memberi kesaksian kepada media terkait kematian keluarga di Kalideres tersebut, RA tidak menunjukkan perasaan sedih sedikitpun padahal kasus ini cukup mengenaskan atau memprihatinkan.
4. Gangguan psikotik bersama
Dalam istilah psikologi gangguan psikotik bersama ini berarti di mana kondisi seseorang yang memiliki mental yang normal menjadi percaya akan delusi orang lain yang memang memiliki gangguan psikotik.
Nessie Judge dan timnya juga turut menganalisa bahwa ada dugaan bisa saja keluarga tersebut mengidap gangguan psikotik bersama.
Seperti salah satu contoh di India yakni kasus Burari yang kepala keluarganya itu percaya bahwa mereka mendapat pesan dari Tuhan untuk menyiksa dirinya sampai meninggal.
Akhirnya sekeluarga tersebut ditemukan mengakhiri hidupnya dengan menggantungkan diri menggunakan selendang warna-warni.
Baca Juga: Resmi! Jadwal Pembukaan Piala Dunia 2022, Ada Jungkook BTS hingga Calvin Harris
Selain itu juga ada kasus dari keluarga di Taiwan yang menjadi inspirasi film "Incantation" yang dimana salah satu anaknya percaya bahwa ada kekuatan iblis yang datang ke dia.
Sehingga ia mengajak keluarganya untuk percaya akan delusinya kemudian mereka akhirnya melakukan hal-hal di luar nalar seperti menyiksa diri dengan sadis hingga menyebabkan kematian.
Dari beberapa kasus itu muncul dugaan bahwa satu keluarga yang tewas di Kalideres bisa jadi percaya pada delusi salah satu anggota keluarga mereka yang memiliki gangguan psikotik.
Tambah lagi kesaksian tetangga yang menyatakan bahwa anak keluarga tersebut, DF memiliki tingkah yang aneh yang pernah kepergok jalan keluar rumah dengan kaki terikat dan terbungkus kresek hitam.
Itulah beberapa teori yang muncul sebagai dugaan penyebab kematian satu keluarga tewas di Kalideres yang masih misterius dan belum bisa dipastikan kebenarannya.***